TribunManado/

Nikah Massal di Bolmong, Ada Pasangan Yang Sudah Hidup Bersama Sejak 40 Tahun Silam

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bolaang Mongondow berhasil menggelar nikah massal Selasa (9/5) lalu.

Nikah Massal di Bolmong, Ada Pasangan Yang Sudah Hidup Bersama Sejak 40 Tahun Silam
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Dumoga dan kantor urusan agama Dumoga melaksanakan pernikahan dan pencatatan massal, bertempat di desa Siniyung, Kecamatan Dumoga , Sabtu (20/8). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Kebahagiaan nampak pada 300 pasang warga Dumoga Timur dan Utara. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bolaang Mongondow berhasil menggelar nikah massal Selasa (9/5) lalu.

Peserta nikah massal ini terdiri dari berbagai tingkatakan umur. Mulai dari pasangan 20an tahun, hingga telah lanjut usia. Suasana pelaksanaan pun penuh kebahagiaan, didampingi para keluarga yang mengantar pasangan.

"Lansia yang ikut bahkan setengah dari peserta. Ya sekitar 50 persen. Antusias warga yang ikut memang sangat terlihat," ujar Iswan Gonibala, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bolmong, Rabu (10/5).

Iswan berkata, banyak kejadian unik yang terjadi selama pelaksanaan nikah massa bagi pasangan non muslim tersebut. Yang mayoritas adalah kristen.

"Ada yang ngomong sudah ada cucu, baru mau kawin. Ada kakek yang sudah 60 tahun. Mereka tampak malu-malu dan tertawa. Tapi ya begitulah, yang penting mereka sudah sah secara agama dan negara," ucapnya.

Nikah massal ini agar tak ada lagi yang namanya kumpul kebo. Iswan mengaku sempat kesulitan karena ada yang telah bersama sejak tahun 1970 dan baru saja menikah.

"Sebenarnya ada dokumennya. Tapi masih mau cari ke pendeta, ke kelurahan yah sudah sangat sulit. Sudah terlalu lama. Jadi kami putuskan ikut nikahkan saja," ujarnya.

"Bagi warga yang ingi mendaftarkan diri untuk menikah, bisa menghubungi pemerintah desa, kecamatan atau bisa langsung ke Kantor Disdukpencapil," jelas Iswan.

Sekretaris Disdukpencapil Bolmong, Farida Mooduto mengatakan nikah massal di Dumoga Timur dan Utara ini merupakan tahap pertama dari program ini.

"Nikah massal kemarin ada dua titik. Nanti tanggal 16 Mei nanti di Poigar. Lalu akan dilanjutkan Juli. Jadi ini program per triwulan," ujarnya.

Disdukpencapil menargetkan 1.500 pasangan non muslim yang menikah tahun 2017 ini. Program ini pun mendorong pemuka agama dan pemerintah setempat agar proaktif pada warganya.

"Proaktif pada warganya yang masih belum menjadi pasangan sah. Mendorong warganya segera jadi pasangan suami istri. Tahun depan, baru pernikahan bagi pasangan muslim," ujarnya. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help