TribunManado/

Kadis Kesehatan Bolsel Lebih Pilih Honorer Ketimbang ASN untuk Kepalai Puskesmas

Tenaga medis di dua Pustu itu harus mempunyai tiga kemampuan pelayanan kesehatan, yakni bersalin, peresepan obat, dan mendiagnosa penyakit.

Kadis Kesehatan Bolsel Lebih Pilih Honorer Ketimbang ASN untuk Kepalai Puskesmas
net
ilustrasi perawat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Kepala Dinkes Kabupaten Bolsel dr Sadli Mokodongan harus berpikir keras untuk menempatkan tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Perjuangan dan Modisi.

Dia mengakui kesulitan untuk menentukan tenaga medis yang akan ditempatkan di daerah terpencil itu.

Tenaga medis di dua Pustu itu harus mempunyai tiga kemampuan pelayanan kesehatan, yakni bersalin, peresepan obat, dan mendiagnosa penyakit.

Saat ini dia sudah mempunyai bayangan, yakni menempatkan dua tenaga medis di masing- masing Pustu. Mereka juag diprioritaskan menjadi kepala Pustu.

"Kemungkinan besar perawat atau bidan," kata Sadli, Selasa (9/5).

Dia mengatakan, Dinkes Bolsel berusaha meningkatkan kualitas pelayanan. Satu di antaranya adalah memperhatikan pusat pelayanan di desa-desa.

Kendala yang ia hadapi adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM). Dinkes Bolsel harus mengatur SDM yang ada agar pelayanan kesehatan tetap berkualitas.

Sadli mengatakan, jika dalam kondisi darurat maka tidak menutup kemungkinan tenaga honorer yang akan mengisi posisi Kepala Pustu Desa Perjuangan dan Pustu Modisi.

Sadli mengatakan, tidak akan mengambil risiko dengan memasukan tenaga medis berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang jelas-jelas akan berdampak terhadap pelayan di kecamatan.

"Kami tidak akan mengisinya (Kepala Pustu) dengan tenaga ASN," kata Sadli.

Dia akan segera berkonsultasihal tersebut kepada bagian hukum Pemkab Bolsel.

Halaman
12
Penulis: Felix Tendeken
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help