TribunManado/

Gara-gara Kebijakan Pusat Ini, Kadis Keuangan Boltim Khawatir Pemkab Berutang Lagi

"Sistemnya hampir sama dengan Dana Alokasi Khusus (DAK). Saya khawatir akan terjadi utang seperti tahun lalu," kata Oskar.

Gara-gara Kebijakan Pusat Ini, Kadis Keuangan Boltim Khawatir Pemkab Berutang Lagi
TRIBUN MANADO/ALEX TARORE
Grafis 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Kepala Badan Keuangan Daerah Boltim Oskar Manoppo khawatir terjadi pemangkasan Dana Alokasi Umum (DAU).

Penyaluran DAU akan menggunakan sistem dinamis. Pemerintah pusat akan melihat kemampuan keuangan negara.

"Ini bahaya, bisa mengancam APBD. DAU dinamis angka yang ditransfer berubah-ubah setiap bulan.

"Itu tergantung keuangan negara. DAU tahun sebelumnya statis. Jumlah yang ditransfer sama setiap bulan," kata Oskar, Rabu (3/5)

Menurut dia, kebijakan tersebut bisa mengganggu keuangan pemda. DAU terancam terjadi pemangkasan, jika penerimaan negara tak mencapai target.

"Sistemnya hampir sama dengan Dana Alokasi Khusus (DAK). Saya khawatir akan terjadi utang seperti tahun lalu," kata Oskar.

Pemda pun melakukan penundaan pelaksanaan sejumlah program seremonial. Pemda memprioritaskan program yang menyentuh kepentingan publik.

"Sosialisasi, bimbingan teknis dan perjalanan dinas untuk sementara kami pending," kata Oskar menambahkan.

DAU Boltim dalam APBD 2017 sebesar Rp 340,3 miliar sedangkan DAK sebesar Rp 78,9 miliar.

"Proses pencairan DAK sebanyak empat kali yakni 30 persen, 25 persen, 25 persen, 20 persen. DAK masuk sudah Rp 16,4 miliar," bebernya.

APBD Boltim 2017 sebesar Rp 541.483.908.648,45 terdiri atas belanja langsung sebesar Rp 255,1 miliar dan belanja tidak langsung Rp 286,3 miliar.

Anggaran tersebut untuk belanja pegawai Rp 182,3 miliar, belanja barang dan jasa Rp 119,3 miliar, belanja modal Rp 131,9 miliar, dana hibah Rp 2,7 miliar dan bantuan sosial Rp 800 juta. ALDI PONGE

Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Edi_Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help