TribunManado/

Evan, Si Juara IPA Susah Disuruh Berhenti Belajar

Evander Antonio Binui meraih nilai tertinggi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada ujian nasional.

Evan, Si Juara IPA Susah Disuruh Berhenti Belajar
Tribun Manado
Evander Antonio Binui bersama Ibu Vivi Layadi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Evander Antonio Binui meraih nilai tertinggi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada ujian nasional se-Sulawesi Utara.

Siswa kelahiran Manado 26 Oktober 1999 mendapatkan nilai sempurna (100) pada mata pelajaran Kimia dan Bahasa Inggris.

Kunci sukses Evander di bidang akademik tak lepas dari kebiasaan suka membaca dan giat belajar.
Meski dinyatakan sebagai peraih nilai tertinggi jurusan IPA se-Sulut, tak membuat dia sombong. "Ini baru tahap awal, masih panjang untuk menuju kesuksesan," katanya saat berbincang dengan Tribun Manado, Rabu (3/5).

Anak kedua dari pasangan Chales Binui dan Vivi Layadi mengatakan, setiap pulang sekolah ia selalu membaca buku serta mencari referensi melalui internet. Ia mengaku selama ini sudah ribuan buku yang telah dibacanya.

"Saya suka hal yang baru dan suka ingin tahu jika pelajaran tersebut sulit untuk dipecahkan," katanya. Evan dinyatakan sebagai peraih nilai tertinggi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) se-Provinsi Sulut di bidang mata pelajaran Kimia peroleh nilai 100 dan Bahasa Inggris peroleh nilai 100.

Menempuh pendidikan di Manado Independen School (MIS) tak sedikitpun waktu dibuangnya untuk membuat hal yang tidak menguntungkan. "Saya kalau belajar selalu fokus. Suka belajar datang dari diri sendiri dan kebiasaan. Kalau tidak belajar ada kejanggalan," katanya.

Dia mengambil contoh dari sosok kakak yang juga lulusan MIS peraih nilai tertinggi pada tahun lalu. "Saya ambil contoh dari sosok kakak Cerwyn jadi saya bertekad bisa seperti kakak saya. Dan syukur saya bisa capai dan semua karena penyertaan yang maha kuasa serta bimbingan kedua orangtua saya," ujarnya.

Lanjut Evan, saat ini ia akan melanjutkan studi di kedoktetan. "Saya sudah ambil jalur prestasi di (Universitas) Tarumanegara jurusan kedokteran di Jakarta. Saya cita-cita jadi dokter, masuk kedokteran pertama suka kimia, biologi dan bisa menyembuhkan serta menolong orang sakit. Dokter adalah pekerjaan mulia," kata dia.

Menurut dia, sebagai anak mudah harus melakukan hal-hal yang positif. "Bergaul itu wajar dengan siapapun, tapi kita juga harus pandai-pandai dalam pergaulan. Jika orangtua percayakan kita, jangan kita langgar kepercayaan itu," ujarnya.

Bagi dia, mencorat-coret seragam sekolah tidaklah bagus dan sebaiknya diberikan kepada saudara serta adik kelas. "Coret baju setelah lulus tidaklah baik. Ada baiknya diberikan pada keluarga, adik kelas atau kalau bisa semua dikumpulkan dan disumbangkan ke panti asuhan," ujar dia.

Sementara orangtua Evan, Vivi Layadi mengatakan, anaknya rajin dan tekun sederhana serta sayang keluarga. "Kalau saya panggil ke mal biasanya dia mampir ke toko buku. Papanya katakan kalau anak lain suruh belajar susah. Tapi kalau dia disuruh berhenti belajar susah," kata Layadi.

Lanjut Layadi, sejak SD dirinya sudah mengajarkan kepada anaknya untuk belajar serta serius dan tekun. "Saya ajarkan sejak SD untuk kebiasaan belajar. Kalau orang tua tuntun dan kita kasih pengertian pasti anak akan paham dan mengerti. Mereka tidak mungkin belajar setekun itu tanpa di dampingi, biasanya kami membahas jika belum memahami pelajaran tersebut. Anak ini mau berhenti belajar susah," katanya. *

STORY HIGHLIGHTS
* setiap pulang sekolah ia selalu membaca buku serta mencari referensi melalui internet
* Di bidang mata pelajaran Kimia peroleh nilai 100 dan Bahasa Inggris peroleh nilai 100

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help