TribunManado/

Rute Manado-Davao Dibuka, Petani Harap Harga Kopra Naik

Rute pelayaran Kapal Roro Bitung-Davao resmi dibuka Minggu (30/4). Pembukaan jalur laut Indonesia-Filipina.

Rute Manado-Davao Dibuka, Petani Harap Harga Kopra Naik
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandar Udara Col. Jesus Villamor, Manila, Filipina, Jumat 28 April 2017. (setneg.go.id) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Rute pelayaran Kapal Roro Bitung-Davao resmi dibuka Minggu (30/4). Pembukaan jalur laut Indonesia-Filipina itu menjadi topik pembicaraan Jopie, petani kopra dari Minahasa Utara dan teman-temannya sesama petani selang seminggu terakhir.

Petani ini menyambut gembira rute baru itu. "Ini kabar baik bagi kami," kata dia, Minggu kemarin.
Dikatakan Jopie, selama ini, komiditi pertanian andalan Sulut itu terus terpukul. Harganya rendah, sedang biaya pengolahannya tinggi.

Jopie yakin, ekspor kopra langsung ke Davao bisa menurunkan biaya hingga berdampak pada harga yang baik. "Ini adalah jalan baru," kata dia.

Presiden RI Joko Widodo bersama Presiden Filipina Rodrigo Duterte launching pelayaran pertama kapal roro di Kudos Port Davao Filipina Minggu siang.

Kapal tersebut akan melayani rute Bitung-Davao-General Santos. Berangkat Minggu siang, kapal itu akan tiba di Bitung pada Selasa (2/5) dini hari.

Pada pelayaran pertamanya, kapal itu akan membawa tepung dari Davao. Sekembalinya ke Davao, kapal itu akan membawa kopra, jagung dan mesin dari Bitung.

Khusus untuk Bitung yang ekonominya lagi menurun akibat anjloknya sektor perikanan, rute baru itu bisa menjadi solusi.
Kadis Perdagangan dan Perindustrian Bitung, Benny Lontoh mengungkapkan, peluang terbuka bagi sektor usaha Bitung.

"Sangat terbuka karena ini jalan perdagangan baru yang menguntungkan, biaya lebih murah karena langsung ke Davao, sebelumnya dari Bitung harus ke Jakarta kemudian Singapura baru Davao," beber dia.
Menurut Benny, peluang terbuka untuk semua lini usaha, dari perikanan, pertanian hingga sektor UMKM lainnya.
Diungkapnya, tiga perusahan pengalengan ikan sudah memastikan bakal menggunakan rute pelayaran tersebut.

"Selain itu bahan pertanian lain seperti Kopra, Jagung sudah pasti diekspor namun kita tidak tahu detailnya karena ini antara para pedagang, ini wewenangnya Pemprov karena sudah antarnegara," kata dia.
Benny menyatakan, para pengusaha bisa mengekspor dalam kapasitas besar karena kapal itu berkapasitas 150 ton.

Kapal itu bakal sandar dua minggu sekali.
"Ini sangat menguntungkan pengusaha," kata dia. Benny menyatakan, pihaknya membuka kesempatan seluasnya bagi para pengusaha untuk mengekspor barang ke Filipina.

Halaman
123
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help