TribunManado/

Turis Menunggu Lama di Pelabuhan Feri Menuju Lembeh

Kunjungan turis di Kota Bitung belum didukung infrastruktur pariwisata yang memadai.

Turis Menunggu Lama di Pelabuhan Feri Menuju Lembeh
Tribun Manado
Pelabuhan Peti Kemas Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, disambangi Rombongan Komisaris Utama Pelindo IV. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Kunjungan turis di Kota Bitung belum didukung infrastruktur pariwisata yang memadai. Kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan turis.

Seperti terjadi di pelabuhan penyeberangan pulau Lembeh. Kurangnya kapal feri penyeberangan membuat turis tujuan Lembeh harus menunggu dalam waktu yang lama di pelabuhan.

Beberapa turis lantas batalkan perjalanan. "Ini sangat disayangkan karena banyak turis lama menunggu kemudian pergi," kata Ferdi Pangalila, pengamat kota, dalam akun konsultasi publik Kota Bitung.

Dikatakan Ferdi, turis bukannya pergi ke objek wisata lain di Bitung, namun ke daerah lain.
Ini, sebut dia, karena tiadanya brosur wisata di pelabuhan itu. "Jika ada mereka bisa putuskan pergi ke objek wisata lainnya di Bitung," ujar dia.

Recky, warga lainnya, meminta pemerintah secepatnya menambah kapal feri atau mengundang investor untuk mengatasi masalah tersebut. "Amat disayangkan bila karena masalah seperti ini pariwisata Bitung terganggu," kata dia.

Amatan Tribun Manado pekan lalu, pengunjung Feri membludak. Beberapa penumpang bahkan harus berdiri di tangga saking padatnya.

Karena calon penumpang terus bertambah, antrean pun meluber hingga ke parkiran.
Selama ini, hanya satu kapal feri yakni KMP Tude yang melayani rute menuju Lembeh.

Sejumlah turis memang kerap kali memilih feri sebagai sarana angkutan ke objek wisata pulau lembeh ketimbang perahu taksi. Persoalan minimnya sarana wisata juga terjadi di Terminal Sagerat.
Jovin Lumintang, warga Bitung, mengaku kerap melihat turis kebingungan di terminal tersebut.

"Pernah saya lihat ada yang sibuk buka ponsel, cari google map," kata dia.
Jovin menilai, hal itu tak akan terjadi jika tersedia brosur wisata di tempat itu. "Dengan brosur itu mereka tak akan kebingungan lagi," kata dia.

Sementara di Batu Putih, amblasnya jalan menuju objek wisata mengundang tanggapan dari sejumlah pelaku wisata.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help