TribunManado/
Home »

Video

Tribun Manado TV

(VIDEO) Ini Pengakuan Suami Tikam Istri di Pasar Bitung

Pria inisial BH diduga membunuh istrinya, Faridah Abdul (39) dalam peristiwa berdarah di Pasar Winenet, Bitung.

"Saya rela berkorban, ibu akhirnya bisa menerima kenyataan pahit itu," beber dia.

Dibeber Kristina, sang ayah hanya kadang-kadang datang menengok mereka.

Beda dengan ibunya yang selalu memberi uang untuk sekolah, sang ayah tak pernah memberi uang pada mereka.

"Ibu kasih jajan saya Rp 25 ribu, kalau ayah hanya tanya-tanya saja," ujar dia.

Malam sebelum kejadian, kata dia, sang ayah berkali-kali mendatangi rumah mereka. 

"Ayah ketuk pintu, saya tidak buka karena ibu larang, namun ayah memaksa.

"Ayah katakan mana ibu, saya katakan, ibu lagi keluar beli beras dan cukur kelapa," kata dia. 

Melihat mimik ayahnya yang kala itu nampak bengis, ia sudah punya firasat buruk. 

Ia tidur dan bermimpi.

Pertemuan terakhir dengan ibunya seakan terulang dalam mimpinya.

"Ibu katakan lagi sebentar nak ibu mau beli beras untuk kita makan," kata dia.

Pagi-pagi, ia dibangunkan para tetangga. 

Mereka menyampaikan kabar buruk itu.

"Saya langsung ke rumah sakit, di situ ibu sudah terbujur kaku," kata dia.

Kristina bersedih namun tidak parah semangat.

Ia bertekad meneladani ibunya yang bernasib buruk namun tidak menyerah pada nasib.

"Saya bakal jadi tumpuan keluarga," kata dia.

Kriatina juga janji tak berhenti sekolah meski ia harus bekerja.

Ia ingin mewujudkan pesan ibunya.

"Ibu pesan jangan berhenti sekolah, bahagiakan adik-adikmu," ungkap dia.

Kebaikan Faridah juga dirasakan para penjual di pasar itu.

Ahmad, salah satu penjual mengaku selalu diajak makan oleh Farida di rumahnya bersama anak-anaknya.

"Dalam keadaan penuh kekurangan ia selalu berupaya membantu orang lain," beber dia. 

Ahmad salah satu yang mengantar Faridah ke rumah sakit.

Ia kemudian mengantar anak-anak Faridah dari rumah sakit ke rumah neneknya. 

Sementara BH, kepada Tribun Manado di Polres Bitung mengaku cemburu pada istrinya. 

"Saya duga ia sudah selingkuh," beber dia.

Dikatakan BH, bermaksud menikam selingkuhan istrinya. 

Ia mendatangi rumah kos istrinya pada malam sebelum pembunuhan dengan maksud menangkap basah perbuatan itu. 

Terbakar api cemburu, ia terus menanti hingga pagi dan melihat sang istri ternyata berboncengan dengan pria yang diduga selingkuhan istrinya. 

"Saya bermaksud tikam pria itu namun malah kena pada istri saya," beber dia.

BH mengaku pisah dengan istrinya sejak beberapa bulan lalu. 

Selama itu, dia tidak mengongkosi istri anaknya.

"Saya hanya bekerja sebagai buruh kontainer," beber dia.

BH rupanya memendam kebencian yang sangat pada sang istri.

Ditanya apakah menyesal, ia hanya diam seribu bahasa.

Saat digiring keluar ruangan, pelaku tetap menegakkan kepala.

Ia menundukkan kepala setelah disuruh menunduk.

Sultan, keamanan pasar yang merupakan saksi mata mengaku awalnya mendengar teriakan minta tolong dari seorang wanita.

Tak lama kemudian, wanita itu lewat di depannya.

"Dalam keadaan terhuyung-huyung ia mengatakan tolong so basah kita, lalu korban jatuh," kata dia.

Ia pun menolong korban, lantas menuju ke depan lorong pasar.

Di situ, ia melihat pelaku sudah berada di atas motornya, siap melarikan diri.

"Saya langsung amankan dia, ditanya ia tidak mau ngaku, nanti ngaku di kantor polisi," kata dia.

Sebut Sultan, ia mengenal pelaku sebagai suami korban yang sudah pisah.

Malam sebelum kejadian, ia mendapati pelaku sementara berjalan menuju ke rumah korban. 

"Namun kami tak curiga," kata dia.

Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting didampingi Kapolsek Aertembaga Iptu Fandi Bau mengatakan, pelaku diamankan langsung di TKP.

Warga langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek.

"Kami tangkap di lokasi pasar," kata dia.

Ungkap Ginting, pelaku awalnya coba mengelabui aparat dengan menyembunyikan pisau di bawah meja jualan. 

Sebut Ginting, pelaku akan dijerat dengan pasal 338 subsider 351 ayat 3 junto UU darurat no 12 tahun 1951.

"Ancaman hukumannya 15 tahun," beber dia.

Meski demikian, Ginting masih akan menyelidiki kemungkinan pelaku melakukan pembunuhan seraca terencana.

Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas.

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help