Renungan Minggu

Renungan Minggu: Kebangkitan yang Mengubah

ADA pelbagai jalan sehingga orang sampai kepada pemahaman bahwa Yesus telah bangkit.

Renungan Minggu: Kebangkitan yang Mengubah
NET

A Gianto SJ
Profesor pada Pontificum Institutum Biblicum Roma

TRIBUNMANADO.CO.ID - ADA pelbagai jalan sehingga orang sampai kepada pemahaman bahwa Yesus telah bangkit.

Pada intinya, tiap jalan itu membangun hubungan antara kejadian yang mengguncang batin dan kata kata tentang kejadian yang telah didengar sebelumnya dari Yesus atau dari kitab suci atau dari kesaksian orang yang percaya Yesus sudah bangkit.

Dalam tiap jalan itu, Tuhan sendiri menolong orang untuk percaya.
Bila diperhatikan, kisah kisah penampakan seperti diceritakan dalam Perjanjian Baru memuat tiga unsur utama berikut ini:

Pertama, yang mendapat penampakan tidak segera mengenali Tuhan yang sedang menampakkan diri: kedua murid dalam perjalanan ke Emaus mengira sedang berbicara dengan musafir yang tak tahu apa yang baru terjadi di Yerusalem (Luk 24:13 35, terutama ay. 18), Maria Magdalena mengira bertemu dengan penunggu taman (Yoh 20:11 18, terutama ay. 15), murid murid yang menjala ikan di Tiberias tak tahu siapa sosok yang menunggu mereka di pantai (Yoh 21:1 14, periksa ay. 4); bahkan dalam kesempatan lain murid murid mengira Yesus itu hantu (Luk 24:36 37, terutama ay. 37). Dalam keadaan seperti ini, Tuhan sendiri membantu mereka agar mengerti apa yang sedang mereka alami.

Kedua, terjadi dialog antara Tuhan dan orang yang mendapat penampakan. Bisa terjadi sepanjang hari (dua murid dalam perjalanan ke Emaus), bisa juga hanya sekilas (Saulus dalam Kis 9:3 6), tetapi dapat juga terjadi berulang ulang dalam masa 40 hari (Kis 1:3b). Bagaimanapun juga, hubungan yang terbangun dalam dialog ini mengarah pada perubahan yang besar dan mantap dalam diri orang yang bersangkutan. Inilah cara Tuhan membantu orang yang percaya agar semakin mengenali yang benar.

Ketiga, penampakan membuat orang mulai memberikan kesaksian. Namun demikian, kesaksian ini bukanlah mengenai penampakan sendiri, melainkan mengenai sebuah pokok kepercayaan, yakni bahwa Yesus bangkit (Mrk 16:9 20, terutama ay. 20; Yoh 20:18, perhatikan secara khusus bagian kedua ayat ini); yang bangkit itu sungguh ada di tengah tengah para murid (Luk 24:34 35, terutama ay. 35, juga ay. 48); penampakan kepada Saulus menjadi titik balik kehidupannya menjadi Paulus sang rasul. Pembedaan ini penting dan dapat dipakai sebagai pegangan dalam membedakan mana "penampakan" yang hanya menggugah sensasi dan rasa ingin tahu belaka dan mana penampakan yang membangun iman dan memberi rasa aman dan damai dalam batin.
Berbagai pengalaman yang kadang kadang disebut dengan nama "penampakan" tetapi yang langsung membuat orang "melihat" Tuhan malah mencurigakan. Begitu juga yang tidak ada unsur dialognya sama sekali. Apalagi penampakan yang wartanya hanya mengenai penampakan sendiri dan bukan kesaksian yang membangun iman. (mirifica.net)

Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved