TribunManado/

Pastor Yonas Membasuh Kaki 12 Orang KBK

Pastor Yonas Atjas, membasuh kaki 12 orang Kaum Bapak Katolik (KBK) Stasi Santo Fransiskus Xaverius, Kamis (13/4)

Pastor Yonas Membasuh Kaki 12 Orang KBK
NET
Ilustrasi Basuh Kaki

Laporan wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - -Pastor Yonas Atjas, membasuh kaki 12 orang Kaum Bapak Katolik (KBK) Stasi Santo Fransiskus Xaverius, Kamis (13/4). Ia berlutut, membasuh kaki dan menyeka kaki mereka dengan sebuah kain.

Pembasuhan kaki yang dilakukan sebagian besar populasi kekristenan itu selalu dilakukan dalam Hari Kamis Putih. Hari Kamis Putih merupakan hari pertama dari Tri Hari Suci selain Jumat Agung dan Paskah untuk perjamuan malam terakhir.

Dalam renungannya, ia mengatakan Paus Benediktus mengatakan tri hari suci merupakan tiga hari yang mengubah nasib dunia. Mulai dari perjamuan, permusuhan diganti cinta kasih dan dirubah sekat-sekat kebencian sampai penyaliban, dan kebangkitan Tuhan

"Dalam kejadian 3 manusia sudah jatuh dalam dosa. Tidak ada ada harapan lagi dan mesti dibayar dengan darah," katanya.

Manusia Yahudi lalu mengorbankan anak domba dan lembu. Di dalam darah katanya ada hidup dan nyawa untuk membayar hutang dosa.

"Mereka lalu dibuang ke Mesir dan mengalami penderitaan perbudakan. Tuhan tidak sampai hati melihat buah hatinya diperbudak dan diolok-olok," katanya.

Karena itu katanya, Ia mengutus Musa untuk menjadi alatnya. Itu sulit karena Firaun tidak mengijinkan bangsa Israel keluar dari Mesir.

"Lalu ada tulah-tulah tapi Firuan belum jera sampai kematian anak sulung baik manusia maupun hewan. Pada malam itu terdengar tangisan, kegelisahan, dan ketakutan di Mesir," ujarnya.

Dengan itu, lanjutnya Tuhan menghantar umatnya keluar dari tanah Mesir. Umat makan Paskah dan menaruh di jenang pintu dengan darah anak domba.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Rine_Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help