TribunManado/

Rusia dan Iran Bersumpah Lanjutkan Kerjasama Militer Dukung Suriah

Para pimpinan Angkatan DaratRusia dan Iran telah berjanji untuk melanjutkan perjuangan melawan "teroris" dan para pendukung mereka di Suriah.

Rusia dan Iran Bersumpah Lanjutkan Kerjasama Militer Dukung Suriah
AFP
PROTES - Anak-anak mengangkat poster bergambar bocah korban serangan gas sarin dalam demo menentang perang di Khan Sheikhun, Provinsi Idlib, Suriah, Jumat (7/4). Sedikitnya 86 orang--termasuk 30 anak-anak--tewas akibat serangan kimia yang diduga dilancarkan tentara pemerintah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BEIRUT - Para pimpinan Angkatan DaratRusia dan Iran telah berjanji untuk melanjutkan perjuangan melawan "teroris" dan para pendukung mereka di Suriah.

Hal itu ditegaskan Rusian dan Iran, setelah Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) memberondong rudal jelajah ke pangakalan udara Suriah.

Berbicara melalui telepon pada Sabtu (9/4/2017), Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dari Iran dan Jenderal Valery Gerasimov dariRusia menegaskan "operasi militer Amerika terhadap pangkalan udara Suriah itu adalah agresi terhadap negara merdeka."

Demikian dilaporkan kantor berita Iran, IRNA seperti dikutip dari Aljazeera, Minggu (10/4/2017).

"Serangan rudal Amerika bertujuan memperlambat kemenangan tentara-tentara Suriah dan sekutu-sekutunya dan hanya akan memperkuat kelompok teroris", demikian dua kepala staf mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Mereka berjanji akan terus melanjutkan kerjasama militer mereka untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Kerjasama militer kita akan sampai total kekalahan para teroris dan orang-orang yang mendukung mereka", demikian mereka tegaskan, menurut kantor berita Mehr.

Iran dan Rusia adalah sekutu terdekat Assad dan menyatakan semua lawan pemerintahannya sebagai "teroris".

Kedua pemerintah telah membela Assad terhadap tuduhan Barat bahwa rezim melakukan serangan senjata kimia pada Selasa (4/4/2017), di kota yang dikuasai pemberontak di kota Khan Sheikhoun, di Provinsi Idlib, dan telah membunuh setidaknya 86 warga sipil tak berdosa.(Aljazeera)

Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help