TribunManado/

Ayah Helmy Mokodongan Tunggu 6 Jam di Luar Sebelum Dobrak Pintu Rumah

Cipto Mokodongan tak pernah menyangka, ketika mendobrak pintu rumah anaknya, Justru Jenazah sang anak Helmy Mokodongan dan Suaminya Melky Lolean yang

Ayah Helmy Mokodongan Tunggu 6 Jam di Luar Sebelum Dobrak Pintu Rumah
NIELTON DURADO
Ayah Korban Sucipto Mokodongan ketika memberikan keterangan pada Kapolsek Mapanget AKP Johanes Pagayang, Minggu (8/4) di Perumahan Griya Paniki Indah Kecamatan Mapanget.

  

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Cipto Mokodongan tak pernah menyangka, ketika mendobrak pintu rumah anaknya, Justru Jenazah sang anak Helmy Mokodongan dan Suaminya Melky Lolean yang ia temukan. 

Kejadian ini terjadi pada Sabtu (8/4) di satu perumahan Kecamatan Mapanget Kota Manado. 

Sang suami Melky Lolean ditemukan dengan posisi berlutut dikepala sang Istri Helmy Mokodongan yang meninggal sambil tertidur diatas sofa di kamar keduanya. 

Sebelum mendobrak pintu, Cipto sudah menunggu sekitar 6 jam didepan rumah. 

"Waktu saya masuk ternyata keduanya sudah tidak bernafas. Kaki saya lemas dan istri langsung mencoba membangunkan anak kami sambil menangis," urai Cipto, Minggu (8/4) sore tadi. 

Cipto juga mengatakan tujuan bertemu anaknya karena sudah sangat rindu. "Kamis sudah ingin bertemu karena memang kangen saja," jelasnya. 

Sementara itu, Dessy Lolaen adik dari Melky Lolean mengaku melihat sang kakak dalam keadaan berlutut dikepala sang istri. 

"Saya lihat kakak berlutut dikepala sang istri, lalu ketika dibalikkan badannya busa putih keluar dari mulutnya," ujar dia. 

Halaman
12
Penulis: Nielton Durado
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help