TribunManado/

Tribun Manado Travel

Air Terjun Tawaang di Minahasa Selatan, Komplet dengan Gua Paniki nan Eksotis

KABUPATEN Minahasa Selatan termasuk daerah yang mengoleksi spot air terjun yang cukup banyak, satu di antaranya Air Terjun Tawaang.

Air Terjun Tawaang di Minahasa Selatan, Komplet dengan Gua Paniki nan Eksotis
TRIBUNMANADO/FIONALOIS WATANIA
Air Terjun Tawaang 

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG - KABUPATEN Minahasa Selatan termasuk daerah yang mengoleksi spot air terjun yang cukup banyak, satu di antaranya Air Terjun Tawaang yang berada di Desa Elusan, Kecamatan Amurang Barat.

Frans Ampow, Hukum Tua Elusan, mengatakan, penemuan potensi wisata itu berawal dari kebiasaan silahturahmi warga setempat yaitu berkumpul di kebun, mereka kemudian mengeksplorasi potensi alam.

Frans sempat mengajak Tribun Manado menyaksikan tempat tersembunyi ini beberapa waktu lalu.

Menyusuri lokasi, sudah ada jalan setapak yang dibuka oleh warga. Jalan naik turun tidak begitu terasa karena ada banyak pohon rindang yang tumbuh di sisi kanan dan kiri. Kira-kira dua kilometer perjalanan menuju ke air terjun. Bisa juga mengendarai sepeda motor khusus kebun, namun bagi Anda yang belum terbiasa sebaiknya jangan memaksakan diri.

Jangan lupa untuk tetap fokus melihat pada jalan, karena ada jurang yang cukup terjal. Sekitar 500 meter sebelum sampai tidak ada jalan untuk menapakkan kaki karena tempat ini memang sangat jarang dikunjungi. Untungnya ada warga yang membantu memotong ranting‑ranting pohon serta rumput yang menghalangi.

Setelah sampai di bagian paling bawah, pengunjung masih harus menyeberangi sungai dengan jarak 15 meter dengan tinggi air setinggi paha orang dewasa. Sebaiknya mempertimbangkan cuaca jika berniat ke sini. Jika hujan deras, dikhawatirkan debit air juga akan semakin deras dan membahayakan keselamatan.

Kesabaran Anda lagi‑lagi harus diuji karena harus kembali menyusuri aliran air dengan batu‑batu yang licin dengan jarak sekitar 60 meter. Namun keringat lelah dalam perjalan ini terbayarkan jika menyaksikan langsung air terjun dengan tinggi 60 meter.

Air jernih yang berjatuhan di balik batu alam berwarna hitam yang tersusun rapi dengan beberapa tingkatan hasil karya Sang Pencipta sangat memukau.

Sebaiknya mengabadikan momen berharga saat berada di sini saat matahari berada di atas kepala. Karena hasil foto akan lebih indah dengan cahaya matahari.

Tepat di samping air terjun ada gua yang cukup besar tempat tinggalnya hewan yang biasa tidur di siang hari atau paniki alias kelelawar. Kelelawar yang hidup di gua tersebut sama seperti jenis kelelawar pada umumnya.

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help