Velt Box di Gunung Potong Desa Pangu  Jadi Tempat Sampah

Tampak juga bagian dinding velt box tak terawat dan berlumut, di beberapa bagian mulai hancur.

Velt Box di Gunung Potong Desa Pangu  Jadi Tempat Sampah
TRIBUNMANADO/VALDY SUAK
velt box di desa pangu 

Liputan wartawan Tribun Manado Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Velt Box di Gunung Potong  Desa Pangu, yang menjadi salah satu peninggalan sejarah di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) saat ini dijadikan tempat sampah beberapa orang yang tak bertanggungjawab,  Jumat (24/03).

Tak hanya itu, tampak juga bagian dinding velt box tak terawat dan berlumut, di beberapa bagian mulai hancur.

Hal itu lantas membuat tokoh pemuda angkat bicara, seperti yang dikatakan Marvel Pandaleke Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Ratahan Timur.

Ia mengaku prihatin melihat objek yang memiliki nilai sejarah menjadi tempat sampah. "Seperti Velt Box di gunung potong perbatasan Mitra, seharunya itu menjadi perhatian karena menjadi pintu masuk Kabupaten," ujarnya.

Menurutnya warga yang tak sadar akan berharganya peninggalan sejarah harus belajar untuk lebih paham lagi. " Seharusnya itu menjadi nilai jual, potensi wisata apalagi berada di lokasih strategis seharusnya menjadi daya tarik khusus. Tapi karena ulah beberapa orang tak bertanggungjawab tempat itu jadi memprihatinkan," ungkapnya.

Lebih lanjut ia katakan sebaiknya velt box tersebut diberdayakan oleh Pemerintah "yang pasti jika bagus akan memberikan keuntungan lebih bagi Pemerintah dan masyarakat," bebernya.

Sementara itu Noldy Pangau warga Pangu membenarkan bahwa lokasih tersebut memang sering dijadikan tempat buang sampah. "Biasanya ada yang buang sampah malam, pakai mobil. Pokoknya kalau pagi tidak ada sampah malam sudah menumpuk," ujarnya.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Desten Katiendago mengatakan bahwa memang sangat disayangkan jika ada oknum yang membuang sampah di objek bersejarah. "Untuk itu kedepan kita rencanakan bangun museum untuk menampung benda peninggalan sejarah. Nanti semuanya akan kita simpan di museum agar lebih aman," ujarnya. (Val)

Penulis: Valdy Suak
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved