TribunManado/
Home »

Video

Single Focus Reporting

(CONTENT) Hujan 2 Jam Manado Tergenang

Hujan kurang lebih dua jam di Kota Manado dan sekitarnya langsung memicu terjadi luapan air di beberapa lokasi yang memang rawan banjir.

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hujan kurang lebih dua jam di Kota Manado dan sekitarnya langsung memicu terjadi luapan air di beberapa lokasi yang memang rawan banjir. Bahkan di Kelurahan Ranomuut dan Tanjung Baru terjadi longsor, Senin (20/3).

Beberapa lokasi yang banjir sesaat itu antara lain, kawasan Sario Tumpaan, Paal Dua, Tanjung Batu, Perkamil hingga Bahu. Lokasi lainnya yang airnya ikut meluap antara lain, Kelurahan Taas, sekitaran Fisip Unsrat, Jalan Bethesda, sebagian Kelurahan Ranotana dan beberapa titik di pusat kota lainnya.

Ferdy Sinadia, warga Kelurahan Taas lingkungan IV Kecamatan Tikala Kota Manado mengaku tak sempat menyelamatkan barang-barangnya saat air naik dan banjir.''Air naik dan banjir terjadi sangat cepat. Saya sudah tak sempat mengeluarkan dua unit printer dan kulkas, '' ujar Ferdy, kemarin.

Ferdy mengatakan, hujan terjadi cukup deras. ''Karena itu, meski hujan hanya dua tiga jam air sudah meluap di mana-mana, '' ujarnya.

Baginya, banjir kemarin di Taas merupakan terparah sejak tahun 1980. Dulu banjir pernah melanda Kelurahan Taas Lingkungan I hingga VI. Begitu banjir warga berusaha mencari lokasi ketinggian yang aman dari banjir. "Pemerintah harus melakukan normalisasi sungai dan saluran air seperti di Jakarta yang dilakukan Gubernur Ahok. Sungai di Taas telah terjadi penyempitan akibat bangunan rumah,"  ujar Ferdy.

Sementara itu, beberapa ruas jalan utama di Kota Manado terjadi genangan air yang memicu kemacetan di pusat kota. Di Sario Tumpaan misalnya, kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Ahmad Yani, akibat genangan air hasil luapan sungai kecil di tempat tersebut.

Allan, warga Kecamatan Wanea bahkan harus menenteng sepatunya akibat tingginya genangan air yang harus ia lewati."Tadi baru pulang kerja, tak tahu kalau jalan ini tergenang. Bahkan bukan cuma di jalan beberapa lorong didalamnya juga tergenang," ujarnya.

Sedangkan Arvando Lawi, mahasiswa Unsrat Manado terpaksa harus mengamankan motornya dari tempat kost. ''Kalau tidak diamankan, saat banjir tak bisa bikin apa-apa lagi, '' ujarnya.

Dia pun berhasil mengamankan sepeda motor, barang elektronik dan skripsi. ''Saya takut skripsi hilang atau kena basah, '' ujarnya.

Kabar lain menyebutkan, banjir deras terjadi juga di Kelurahan Tanjung Baru Lingkungan I, Kecamatan Wanea.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help