Rektor Unima Doakan Penyebar Isu Ijazah Palsu

Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof Julyeta Runtuwene tanggapi soal tudingan ijazah palsu program doktoral.

Rektor Unima Doakan Penyebar Isu Ijazah Palsu
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Rektor Unima 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof Julyeta Runtuwene tanggapi soal tudingan ijazah palsu program doktoral dari Perancis. Dia memilih jalur untuk penyelesaiannya.

Pada konferensi pers di ruang pertemuan Rektor Unima, Senin (10/3) siang, istri dari Wali Kota Manado Vicky Lumentut ini, menjelaskan bahwa selama diterpaksa isu tersebut, ia bukannya diam, namun memberi kesempatan kepada penebar isu untuk datang kepadanya dan berdialog.

"Saya mau menyikapi ini sebagai Rektor, bahwa beberapa bulan ini saya tidak diam, tapi memberikan kesempatan dan ruang kepada teman-teman kalau ada yang tidak puas. Kalau ada pertanyaan, isu negatif ya datanglah kepada saya. Kan saya pimpinan di sini, dan saya juga sebagai ibu di sini, saya beri ruang mereka untuk datang," ujar dia.

Rektor menjelaskan, sudah cukup memberikan ruang kepada mereka (penebar isu), namun niat baik tersebut tidak dilihat sehingga dia menganggap bahwa masalah itu harus disikapi.

"Sebagai ibu saya mau merangkul anak-anak saya. Saya mau membina dan memberi kesempatan kepada mereka, bahkan tadi saya mendoakan mereka satu persatu nama-nama mereka pribadi," ujar dia.
Tapi di sisi lain, menurutnya, ini adalah negara hukum dan tidak boleh ada hak keperdataan seseorang diinjak-injak, untuk itu yang berhubungan dengan ijazah yang dituding palsu oleh sekolompok orang akan disikapi.

"Undang-undang ITE sudah sangat jelas sehingga saya sudah ambil langkah hukum, dengan menunjuk kuasa hukum," ujar dia. Sehingga, menurutnya, dia akan fokus untuk membangun Unima.
"Banyak hal yang saya harus benahi, harapan kita sangat tinggi, banyak sekali, tapi jangan tuntut saya menyelesaikan semua persoalan dalam waktu hanya enam bulan, saya ini bukan malaikat," ujarnya.

Persoalan hukum harus diambilnya, walaupun sudah diberikan waktu. "Itu rekan-rekan saya. Saya tahu dia siapa. Saya dekannya, sebagai orang tua kelakuan anak-anaknya seperti apa. Jadi saya semua butuh waktu, sebelum cambuk dia kita rangkul, begitulah kira-kira," ujarnya.

Kuasa hukum yang dipercayakannya saat ini sementara mempersiapkan berkas untuk melaporkan masalah tersebut ke pihak yang berwajib.
"Tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar, kami segera akan laporkan, namun kami belum bisa jawab siapa-siapa yang akan kami laporkan," ujar Yudhistira Putra, satu dari tiga pengacara Rektor Unima. *

STORY HIGHLIGHTS
* Rektor bukannya diam, namun memberi kesempatan kepada penebar isu untuk datang kepadanya dan berdialog
* Ini adalah negara hukum dan tidak boleh ada hak keperdataan seseorang diinjak-injak

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help