Lima Desa Minahasa Jadi Percontohan Mutarlih

Lima desa di Kabupaten Minahasa ditetapkan menjadi percontohan untuk pelaksanaan program Nasional Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih)

Lima Desa Minahasa Jadi Percontohan Mutarlih
Logo KPU

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO- Lima desa di Kabupaten Minahasa ditetapkan menjadi percontohan untuk pelaksanaan program Nasional Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa, dalam rapat pleno yang digelar di ruang diskusi Baku Beking Pande RPP Wale Pawowasan Pemilu KPU Minahasa, Senin (20/3).

Sebelumnya KPU Minahasa telah menerima data terbaru dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Minahasa, juga data pemilih pemula dari peserta kelas pemilu dan mengumumkan penerimaan tanggapanasyarakat (Gapmas) di website dan sosial media.

Saat ini kegiatan mutarlih digagas lebih kreatif dalam bentuk pilot project kerjasama mutarlih berkelanjutan dengan 5 desa dan kelurahan di 5 wilayah kerja KPU Minahasa.

Lima desa dan kelurahan yang ditetapkan rapat Pleno sebagai percontohan adalah Desa Tikela Kecamatan Tombulu Wilayah I, Kelurahan Rinegetan Kecamatan Tondano Barat Wilayah II, Desa Passo Kecamatan Kakas Barat Wilayah III, Desa Amongena I Kecamatan Langowan Timur Wilayah IV, dan Kelurahan Uner Kecamatan Kawangkoan Wilayah V.

Penetapan lima desa percontohan tersebut, telah ditindaklanjuti dengan kunjungan tim Mutarlih berkelanjutan KPU Minahasa yang dilaksanakan sejak tanggal 10 – 17 Maret lalu.

Saat berkunjung tim bersama pemerintah dan perangkat desa serta kelurahan dibantu anggota Komunitas Peduli Pemilu Sahabat Pemilu Minahasa berhasil melakukan pencermatan DPT Pilgub 2015 dan mendata pemilih yang tidak memenuhi syarat.

Total tanggapan masyarakat terhadap pemilih tidak memenuhi syarat sebagai bahan pemutakhiran data pemilih adalah 384 gapmas, itu terungkap dalam rapat pleno rutin yang mengagendakan pelaporan kunjungan ke lima desa pilot project mutarlih tersebut.

Ketua KPU Minahasa, Meidy Yafeth Tinangon mengatakan bahwa terobosan proaktif dengan strategi jemput bola tersebut dilakukan karena sejak pengumuman penerimaan tanggapan masyarakat terhadap data pemilih disampaikan, baik di website maupun media sosial, belum ada satupun tanggapan masyarakat yang masuk.

“Masyarakat kita belum punya kesadaran secara proaktif memberikan tanggapan terkait data pemilih sehingga kita mengubah strategi bekerjasama dengan pemerintah di lima desa dan kelurahan, mengunjungi langsung dan menjemput tanggapan masyarakat dan meminta bantuan aparat pemerintah desa atau kelurahan jika ada perkembangan terkait status pemilih dapat terus mengirimkan gapmas langsung ke KPU Minahasa,” jelas dia.

Kerjasama dengan lima desa dan kelurahan tersebut akan terus berlanjut dalam update data pemilih."Kami KPU Minahas mengharapkan jumlah desa/kelurahan akan diperluas sehingga data yang terupdate akan lebih signifikan, mengingat KPU Minahasa merupakan kabupaten dengan jumlah kecamatan serta desa dan kelurahan terbanyak.

“Kabupaten Minahasa memiliki 25 Kecamatan dengan 270 Desa dan Kelurahan, jumlah tersebut, terbanyak di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Jumlah tanggapan masyarakat yang diperoleh KPU Minahasa selama kunjungan ke lima desa dan kelurahan di antaranya desa Tikela Kecamatan Tombulu 18 gapmas, Kelurahan Rinegetan Kecamatan Tondano Barat 250 gapmas, desa Passo Kecamatan Kakas Barat 34 gapmas, desa Amongena I Kecamatan Langowan Timur 57 gapmas, dan Kelurahan Uner Kecamatan Kawangkoan 25 gapmas. (Amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help