Dipercaya Ampuh Untuk Kesehatan Jasmani Rohani Warga Berebutan Obat di Sungai Ongkag

Puncak pergelaran Adat Mogonow Kon Lipu atau pengobatan kampung di Desa Siniyung, Kecamatan Dumoga, Bolaang Mongondow, berakhir Senin

Dipercaya Ampuh Untuk Kesehatan Jasmani Rohani Warga Berebutan Obat di Sungai Ongkag
IST
Warga Berebutan Obat di Sungai Ongkag 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Puncak pergelaran Adat Mogonow Kon Lipu atau pengobatan kampung di Desa Siniyung, Kecamatan Dumoga, Bolaang Mongondow, berakhir Senin (30/3). Warga berebutan obat di Sungai Ongkag di Dumoga.

Ratusan warga Siniyung berebut obat tradisional yang dilempar ke sungai. Obat ini terdiri dari kumpulan potongan kayu. Dalam kumpulan obat tradisional itu, ada satu potongan kayu yang dianggap paling inti.

Warga memercayai obat ini ampuh untuk jasmani dan rohani. Serta bisa mendapat perlindungan dari Sang Pencipta. Sejak pagi kemarin sudah ada persiapan ritual puncak acara. Warga membuat makanan tanpa ada campuran garam dan bumbu lainnya. 

Ini sama seperti  masakan zaman dulu. Dalam makanan ini, dewan adat lengkap dengan baju adat, pemerintah desa dan para pimpinan jemaat dari berbagai agama di Desa Siniyung serta masyarakat sama-sama meminta berkat dari Kitogi Kawasa (Sang Pencipta atau Yang Maha Esa).

Mereka meminta kiranya diberkati oleh Yang Maha Esa. Bahwa semua syarat yang diwariskan oleh leluhur kepada mereka, sudah dilakukan dan agar diterima. Ritual ini dipimpin Ketua Lembaga Adat Desa Siniyung, Taeba Gaw dengan menggunakan bahasa Mongondow.

Usai berdoa, semua warga makan bersama dan menerima berkat. Warga lalu mempersiapkan diri mengikuti dewan adat yang membawa kumpulan obat untuk diperebutkan di Sungai Ongkag Dumoga.

Obat-obatan yang diikat di daun woka itu dibawa bersamaan dengan perahu-perahu kecil yang sudah berisi sisa makanan yang di makan bersama sebelumnya.

Dengan pengertian, segala yang jahat terbawa air dengan perahu-perahu kecil tersebut. Sementara obat yang ada di dalam woka digunakan untuk mandi bersama baik laki-laki maupun perempuan.

Sejak hari pertama pergelaran adat ini Senin (23/3) lalu, setiap warga membawa air dan menaruhnya pada bambu yang sudah disediakan.

Air ini kemudian diserahkan pada petugas atau orang tua yang telah dipercayakan. Air dari bambu ini kemudian disalurkan ke kumpulan obat tradisional dari kayu yang disatukan di dalam daun woka untuk mandi.

Selama minggu berjalan pada acara Mogonow Kon Lipu ini pula, setiap malamnya para dewan adat dan orang-orang yang dipilih atau pinopobarakatan (yang diberkati) juga menggelar ritual.

Para petua adat berkomunikasi langsung dengan leluhur lewat ritual ini. Pada ritual ini pula warga bisa mendengarkan nasihat positif dari leluhur yang turun ke satu di antara dewan adat yang dirasuki oleh leluhur.

Suan Lampongajo, Pemerintah Desa Siniyung mengatakan acara ini digelar setiap tahun dan sudah menjadi kebiasaan turun temurun. "Tapi sudah sekira lima tahun baru dilakukan lagi. Semoga melalui ini apa yang kita harapkan baik pikiran sehat, damai dan banyak rezeki terpenuhi," ucapnya. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help