Bendungan Sulu-Paslaten Belum Bermanfaat

Masyarakat yang berada di Kecamatan Tatapaan tidak tinggal diam ketika pembangunan bendungan Sulu Paslaten tahun lalu yang menelan anggaran Rp 22 m

Bendungan Sulu-Paslaten Belum Bermanfaat
TRIBUNMANADO/FIONALOIS WATANIA
bendungan sulu-tatapaan

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Masyarakat yang berada di Kecamatan Tatapaan tidak tinggal diam ketika pembangunan bendungan Sulu Paslaten tahun lalu yang menelan anggaran Rp 22 miliar yang belum juga dapat mengairi seluruh lahan persahawahan yang mempunyai luas ratusan hektar ini. Menurut Andey Lamia, petani dan juga tokoh masyarakat di Tatapaan, sawah mereka tak kunjung diari selama bertahun-tahun.

"Warga setempat berupaya dengan berinisiatif membersihkan saluran irigasi. Namun hasilnya sampai sekarang belum maksimal.

Padahal kami sudah sangat ingin segera menggarap sawah yang sudah lebih dari enam tahun terbiarkan," katanya. Lanjut Lamia 600 hektar sawah baru sebagian kecil saja yang dialiri air.

Lamia menegaskan sampai sekarang sawah masih terbiarkan. Untuk itu dia memintakan pemerintah dalam hal ini instansi terkait dapat segera memfungsikan secara maksimal. "Kami tidak tahu apakah proyek bendungan sukses atau tidak.

Sesuai bestek atau tidak tapi yang penting lahan dari warga dapat terairi dan dapat kembali menanami sawah," pungkasnya.

Diwawancara terpisah, Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu mengatakan pembangunan bendungan secara bertahap.

"Untuk perbaikan sistim pengairan sawah ada anggaran yang lain. Itu kan infrastruktur yang dibenahi, baru infratruktur dasar yang ada disitu. Untuk mengairi sampai ke sawah-sawah itu tentu perlu ada anggaran tersendiri.

Itu ada irigasinya. Kita bentuk seperti irigasi tersiernya. Tapi itu tentu harus ada perencanaan dari dinas terkait untuk diusulkan.

Karena sekarang yang dibenahi adalah bendungannya dulu. Anggarannya hanya untuk itu. Nanti untuk mengairinya ada lagi. Setiap sawah-sawahnya harus dirancang lagi bagaimana sistim pengairannya," terangnya. (Tiw)

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help