AMSA-Unsrat Gelar Pelatihan Basic Life Support 

BASIC Life Support atau Bantuan Hidup Dasar merupakan sebuah tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat pasien

  

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - BASIC Life Support atau Bantuan Hidup Dasar merupakan sebuah tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat pasien atau korban mengalami keadaan yang mengancam jiwa. 

Pada kondisi napas dan denyut jantung berhenti maka sirkulasi darah dan transportasi oksigen berhenti, sehingga dalam waktu singkat organ-organ tubuh terutama organ vital akan mengalami kekurangan oksigen yang berakibat fatal bagi pasien. 

Bila pasien tidak mendapatkan pertolongan awal dalam beberapa menit saja, maka akan berakibat fatal. Oleh sebab itu, kecepatan dan ketepatan pertolongan harus sesegera mungkin dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih buruk. Ini menjadi gambaran betapa pentingnya pengetahuan dan kemampuan Basic Life Support (BLS).

Hal ini yang memotivasi Asian Medical Students' Association (AMSA) Universitas Sam Ratulangi dalam menggelar kegiatan pelatihan Basic Life Support. 

Kegiatan Local Academic Training ini digelar pada Sabtu (18/3) di Aula Bolmong FK Unsrat. Para member AMSA-Unsrat yang merupakan gabungan dari mahasiswa angkatan 2013, 2014, 2015 dan 2016 nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Local Academic Training ini, menghadirkan dr. Iddo Posangi, Sp.An sebagai pembicara sekaligus mentor dalam pelatihan BLS tersebut. 

Dalam kegiatan Local Academic Training tersebut, para mahasiswa mendapatkan pemaparan materi tentang BLS, indikasi pemberian BLS, algoritma dan alur dari sebuah tindakan BLS. 

Setelah menyimak materi, member AMSA diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung tindakan BLS pada mannequin khusus yang digunakan untuk pembelajaran. 

Muh Alim Nur Yaqin selaku Representative AMSA-Unsrat menuturkan bahwa materi BLS dalam kegiatan ini sangat bermanfaat. 

"Kami begitu bersemangat mempelajari dan mempraktikkan skill BLS ini. Karena sebenarnya BLS sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi saat training tadi, kami diberi kesempatan untuk mencoba langsung praktik BLS dalam sebuah skenario pasien," ujar mahasiswa angkatan 2014 ini.

Dokter Iddo Posangi yang menjadi narasumber pada kegiatan Local Academic Training tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada AMSA-Unsrat. 

Ia menuturkan bahwa BLS punya peranan penting karena ini merupakan langkah pertama yang untuk menolong orang yang mengalami henti jantung terutama orang yang kita temui langsung. 

"Memang kegiatan training seperti ini sangat penting untuk dilaksanakan. Di luar negeri, BLS diajarkan kepada semua kalangan masyarakat tidak hanya kepada kalangan tenaga medis saja seperti dokter, karena BLS harus bisa dilakukan oleh semua orang.

Saya tentu berharap agar kita semua bisa memahami pengetahuan dan skill BLS secara optimal. Sehingga selain kita bisa menolong orang lain, kita juga bisa meningkatkan potensi seseorang yang mengalami cardiac arrest untuk bisa sembuh total," tandasnya. (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help