Dishub Perbaiki Lalu Lalu Lintas di Lolak

Lampu lalu lintas di Pusat Kota Lolak, Bolaang Mongondow kembali menyala. Warga yang melintas di perempatan lampu tersebut tampak belum terbiasa

Dishub Perbaiki Lalu Lalu Lintas di Lolak
net
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Lampu lalu lintas di Pusat Kota Lolak, Bolaang Mongondow kembali menyala. Warga yang melintas di perempatan lampu tersebut tampak belum terbiasa lampu yang kembali berfungsi tersebut.

Pantauan Tribun Manado akhir pekan lalu, meski lampu telah merah, warga yang datang dari arah arah Gorontalo tampak acuh. Pun yang dari arah Manado, arah pasar serta ke arah pantai.

Beberapa pengendara bentor dan motor tampak tak mengikuti perintah lampu. Akibatnya ada kendaraan yang harus berhenti tiba-tiba karena kendaraan yang seharusnya berhenti malah jalan tersebut.

Meski begitu, kondisi sekitar lampu lalu lintas ini terpantau masih aman. Sebab di kawasan ini tak terlalu padat. Juga karena Jumat, bukan merupakan hari pasar yang biasanya ramai. Hari pasar Rabu dan Sabtu.

Apong, pengendara bentor mengaku masih kaku. Sebab sudah lama lampu tersebut tak menyala. "Sudah tak terbiasa lagi, makanya belum ikut perintah lampu. Saya masih berpikir lampunya tak nyala," ujarnya.

Apong berkata mungkin warga yang tak mengikuti lampu karena baru tahu lampu lalu lintas di situ sudah berfungsi. Ya mungkin mereka baru tahu. Tapi ini bagus, di sini kan kawasan padat. Semoga lebih tertib lagi," ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Bolaang Mongondow, Jultje Tumanduk mengatakan lampu lalu lintas tersebut memang menjadi fokus Dishub Bolmong untuk diperbaiki.

"Sudah berfungsi dan kita tetap pantau. Ada dua anggota Dishub yang akan memantau lampu ini. Apakah fungsinya tetap akan normal ke depan," ujarnya Minggu (19/3).

Jultje mengakui karena lama tak berfungsi, pengendara yang melintas masih kaku. Katanya itu memang harus ada penyesuaian lagi untuk beberapa waktu ke depan.

Selain itu, Dishub akan merubah waktu lampu untuk arah trans sulawesi. Sebab untuk arah pasar dan pantai, kendaraan masih sangat sedikit. Sementara kendaraan jalur trans padat.

"Lampu hijau untuk jalur trans sulawesi akan lebih lama waktunya dari pada jalur pantai dan pasar. Sementara lampu merahnya lebih cepat. Kami mengutamakan pengendara trans sulawesi, karena banya pengendara di jalur itu," ujarnya.

Jultje mengimbau supaya para pengendara yang melintasi perempatan tersebut lebih memerhatikan aturan rambu lalu lintas. "Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Seperti kecelakaan akibat karena tidak memerhatikan lampu lalu lintas," harapnya. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help