Rumah Sakit tak Mau Layani Pasien Pemegang KIS, Jokowi: Laporkan!

Jokowi mengatakan, para pemegang KIS tidak perlu membayar biaya rumah sakit.

Rumah Sakit tak Mau Layani Pasien Pemegang KIS, Jokowi: Laporkan!
TRIBUN NEWS / HERUDIN
Presiden Joko Widodo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MEMPAWAH - Presiden Joko Widodo pagi ini, Sabtu (18/3/2017), membagikan kartu bantuan dari pemerintah kepada masyarakat di Pantai Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Kartu bantuan dari pemerintah yang dibagikan oleh Presiden Jokowi yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Saat menjelaskan soal KIS, Jokowi mewanti-wanti pihak rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, khususnya pemegang KIS.

"Kalau tidak dilayani dengan baik lapor ke Pak Gubernur, Pak Bupati, Bu Menkes,” ujar Presiden Jokowi.

Jokowi mengatakan, para pemegang KIS tidak perlu membayar biaya rumah sakit.

Namun bukan berarti pemberian biaya gratis tersebut disepelekan oleh pihak rumah sakit sehingga memberikan pelayanan yang tidak maksimal.

"Karena kita bayar, yang bayar pemerintah, awas kalau enggak baik," ucap Jokowi disambut tepuk tangan warga.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menjelaskan bahwa pembagian KIS di Kabupaten Mempawah sebanyak 89.126 masyarakat.

Sementara, KIP diberikan kepada 1018 siswa dengan kisaran nominal Rp 450.000 per tahun untuk SD, Rp 750.000 per tahun untuk SMP dan Rp 1.000.000 per tahun untuk SMA/SMK.

Untuk Pemberian Makanan Tambahan diberikan kepada 450 warga yang terdiri dari ibu hamil, balita dan anak-anak sebanyak 1 ton untuk Kabupaten Mempawah.

Sebanyak 3.441 masyarakat, terutama ibu-ibu juga menerima PKH dengan nominal uang Rp 500.000 yang diberikan tiap tiga bulan.

Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help