TribunManado/

PKBM Sam Ratulangi Ajar Menulis Sejarah Kampung

Pusat informasi kampoeng literasi PKBM "Sam Ratulangi, mengajar anak muda belajar menulis sejarah kampung, di Kelurahan Dendengan dalam

PKBM Sam Ratulangi Ajar Menulis Sejarah Kampung
TRIBUN MANADO
Pusat informasi kampoeng literasi PKBM "Sam Ratulangi, mengajar anak muda belajar menulis sejarah kampung, di Kelurahan Dendengan dalam 

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Pusat informasi kampoeng literasi PKBM "Sam Ratulangi, mengajar anak muda belajar menulis sejarah kampung, di Kelurahan Dendengan dalam, Paal 2, Jumat (17/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan relawan dari pembentukan kampoeng literasi.

"Ini adalah tindakan dari program PKBM Sam Ratulangi dalam mencerdaskan anak bangsa. Karena selama ini anak diajarkan bagaimana peduli terhadap membaca, kini diajarkan menulis serta dituangkan dalam sebuah buku," ujar Ketua Kampoeng Literasi PKBM Sam Ratulangi, Faradila Bachmid.

Kata dia, anak-anak akan diajarkan terlebih dulu mengenal kampung lewat sejarannya.

"Menulis akan dimulai dari kampung sendiri baru akan keluar kampung, jika sudah mantap," ujarnya lagi.

Hal yang sama juga dikatakan Faiz Ahsoul, Pengiat Litarasi Nasional, forum taman baca Masyarakat mengatakan, ada lima unsur yang harus dicari tahu oleh penulis agar hasil dapat berguna.

Pertama harus mengetahui sejarah kampung, tokoh yang membangun kampung, kebiasaan yang sudah hilang dimunculkan kembali selanjutnya pekerjaan serta penghasilan dari masyarakat sini.

"Mulai dari kegiatan ini, para penulis bisa mengali lebih dalam, agar dapat membentuk sebuah buku," kata Faiz Ahsoul,  

Ia menambahkan, membentuk buku harus dimulai dari kampung dulu, baru bisa keluar. Yang paling penting keseriusan dalam pekerjaan ini.

Sementara Budayawan Sulut Reiner Emyop Ointoe mengatakan, ada dua kebudayaan yakni lisan dan tulisan, ini saling berhubungan untuk sebuah komunikasi.

"Komunikasi begitu penting dalam membangun sebuah kedamaian serta persatuan di dalam suatu masyarakat," kata Reiner Emyop Ointoe

Ia menambahkan komunikasi lewat teknologi tidak bisa mengantikan komunikasi langsung artinya kita tak bisa membaca pikiran orang saat mengunakan telpon atau internet, sedangkan langsung bisa melihat dan mengendalikan semuanya saat tatap muka.

Maka sebaiknya tutur atau komunikasi bisa bernilai jika diikuti dengan sebua tulisan. (Ven).

Penulis: Vendi Lera
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help