TribunManado/

Begini Curhat Olly Soal Namanya yang Disebut-Sebut Dalam Kasus KPK

Olly Dondokambey Gubernur Sulut untuk curhat soal pemberitaan namanya disebut-sebut dalam kasus yang sedang di tangani Komisi pemberantasan korupsi

Begini Curhat Olly Soal Namanya yang Disebut-Sebut Dalam Kasus KPK
Tribun Manado
Disebut dalam Persidangan e-KTP, Olly Ngaku Tak Kenal Andi Narogong 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-Seminar Jurnalistik Sehat Tangkal Hoax dan Launching Media Sosial Resmi Pemprov Sulut di ruang CJ Rantung kantor Gubernur, Kamis kemarin manfaatkan oleh Olly Dondokambey Gubernur Sulut untuk curhat soal pemberitaan namanya disebut-sebut dalam kasus yang sedang di tangani Komisi pemberantasan korupsi (KPK).

"Tujuh tahun bolak balik KPK saat menjadi anggota DPR RI komisi XI dan personil Badan anggaran. Kalau menteri keuangan dipanggil saya pasti dipanggil itu resiko menjadi pejabat ambil resiko untuk keberhasilan," jelas Olly.

Olly didampingi Kadis Diskotik Roy Tumiwa, asissten II Rudi Mokoginta dan plh Asisten I Roy Mewoh menekan tombol launching media sosial resmi Pemprov Sulut.

Kata Olly pers harus cerdas dan mencerdaskan masyarakat ditengah kehidupan dengan memberikan berita benar yang terkonfirmasi.

Pada kesempatan itu juga Olly sempat curhat saat masih duduk dibangku kuliah di Jakarta pernah ikut-ikut jadi wartawan untuk halaman kuning yang terbit seminggu sekali.

"Waktu itu tulis berita tentang selebritis yang hoax-hoax begitu selama hampir satu tahun, jadi selama itu saya terus liat pemandangan yang indah," kata Olly disambut tawa peserta dan panitia seminar.

Menurutnya media saat ini beda dengan dulu, tidak ada batasan dalam memberikan informasi. Apalagi sekarang sangat cepat masyarakat mengaksesnya, seperti Pilpres Amerika hasil survey dan hasil pemilihan berbeda hasilnya cepat diakses oleh masyarakat.

"Media harus sejahtrakan rakyat tidak akan berhasil tanpa ada dukungan pemberitaan, akan jelak juga kalau ada pemberitaan tidak baik di daerah seperti Sulut yang menjadi tujuan wisata harus aman, nyaman, tentram dan damai baru mereka datang kalau mereka baca ada pembunuhan dan lainya pasti tidak ada yang mau datang," kata dia.

Joseph Ikanubun ketua AJI Sulut sebagai pemateri menjelaskan bagaimana menangkal Hoax.

"Tulis berita posting di medsos kritik pemerintah di medsos hati-hati terjebak dengan UU ITE ite. Produk pers adalah berita," jelas Joseph.

Ketua PWI Sulut Voke Lontaan menilai berita hoax meresahkan masyarakat, bagaimana tangkal itu lewat medsos? harus melihat siapa yang memposting. "Penyebar hoax tak bertanggung jawab harus diliat narsum dan webside yang menyebar informasi itu serta fakta dan opini," jelasnya. Untuk memfilter hoax dewan Pers melalui PWI Sulut sudah melakukan uji kompetensi wartawan.

Terpisah Amanda Komaling ketua IJTI mengatakan sosmed penyalur berita hoax terbesar dari hasil survey Mastel. "media cetak menjadi penangkal berita hoax," tukas Amanda.

Roy Tumiwa Kadis Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskotik) mengatakan tanģung jawab sosial majukan masyarakat Sulut melalui medsos dan sebagai wartawan dengan menjunjung tinggi kode etik agar jauh dan hoax. "Pers harus jadi motor penggerak terdepan tangkal hoax," pesan Roy.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help