TribunManado/

PLN Kantongi Proyek Rp 21,1 Triliun

Jumat (17/3), perusahaan setrum milik negeri ini meneken sebanyak 16 proyek kelistrikan dengan nilai total sebesar Rp 21,1 triliun.

PLN Kantongi Proyek Rp 21,1 Triliun
istimewa
BINCANG - (dari kiri ke kanan) Dirut PLN Sofyan Basir, Duta Besar Turki Mehmet Gurbuz, Presiden Jokowi dan CEO Karpowership Orhan Remzi Karadeniz berbincang saat peresmian kapal listrik di Kupang, Rabu (28/12). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berupaya merealisasikan proyek-proyek kelistrikan yang ditargetkan pemerintah. Jumat (17/3), perusahaan setrum milik negeri ini meneken sebanyak 16 proyek kelistrikan dengan nilai total sebesar Rp 21,1 triliun.

Proyek kelistrikan ini meliputi pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 1.825,5 megawatt (MW). Selain itu ada proyek transmisi 500 kilo Volt, sepanjang 928 kilometer sirkit (kms) di jalur Utara Pulau Jawa. "Sebanyak 16 proyek ditargetkan bisa selesai tahun 2018," kata Sofyan Basir, Direktur Utama PLN, kemarin.

Sofyan menjelaskan, proyek pembangkit setrum ini merupakan bagian dari proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt yang ditargetkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia juga menyebutkan sebagian besar proyek ini berlokasi di daerah-daerah terpencil yang selama ini masih kekurangan setrum.

Tak hanya itu, proyek-proyek pembangkit ini, rata-rata nantinya juga bakal mengurangi beban operasional PT PLN terutama untuk pembelian bahan bakar minyak. Nah sebagian besar dari proyek pembangkit listrik baru itu berbasis energi terbarukan.

Sofyan menyebut, sebelumnya PLN telah mencoba mengatasi kekurangan pasokan listrik dengan pembangkit listrik bergerak (mobile power plan) dan gas. "Ini untuk menghindari terjadinya pemadaman. Maka kami tambah, karena di sana jumlahnya jutaan keluarga," tandas Sofyan.

Manajemen PLN menargetkan, tahun 2019 sudah bisa menyuplai listrik sebesar 90% pulau terluar berpenghuni. Selain itu, 694 desa dan 137 kecamatan di pulau terluar, pulau terpencil dan perbatasan juga sudah berlistrik 2019.

Meskipun menggarap pasokan setrum di perbatasan dan pulau terluar, PLN menyatakan tak akan mengabaikan pasokan di wilayah yang membutuhkan daya listrik besar, seperti di Pulau Jawa. PLN memperkuat pasokan dengan PLTGU Muara Tawar berkapasitas 600 MW, dan Kalimantan dengan proyek PLTGU Bengkanai 140 MW.

Dengan proyek ini, Sofyan optimistis tahun ini PLN sudah sudah memiliki kapasitas setrum 32.000 MW. Artinya, di tahun ini, PLN akan mengejar penyelesaian jual beli listrik atau PPA sampai dengan 15.000 MW. Sebagai catatan, tahun 2016, dari daftar proyek listrik 35.000 MW, yang sudah meneken jual beli listrik baru 17.000 MW.

Sofyan menambahkan, April 2017, PLN akan menandatangani jual beli listrik dari pembangkit dengan kapasitas 8.000 MW. Artinya total pembangkit yang meneken jual beli listrik bisa mencapai 22.000 MW.
Ia menargetkan, sampai akhir tahun itu paling tidak ada pembangkit dengan kapasitas 32.000 MW yang meneken jual beli listrik dengan PLN, baik pembangkit listrik milik swasta maupun milik PLN sendiri.

Sofyan juga menyampaikan, dari proyek listrik 35.000 MW, yang sudah terbangun adalah PLTU berkapasitas 2x1.000 MW di Bojonegara, Banten, PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 berkapasitas 2x1.000 MW dan PLTU Batang berkapasitas 2x1.000 MW. "Yang besar-besar sudah semua. Tahun ini kami bergerak di mulut tambang, karena sekarang kan baru selesai dan mulai melakukan tender sesuai dengan Keputusan Menteri yang baru," jelasnya.

Selain pembangkit, PLN mengejar pembangunan Saluran Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV di Jalur Utara Pulau Jawa. Ini untuk mengalirkan daya dari PLTU Indramayu (2x1.000 MW), PLTU Jawa 1 (1x1.000 MW).

Jaringan itu juga untuk mengalirkan daya dari PLTU Jawa 3 (2x660 MW), PLTU Jawa Tengah (2x950 MW) dan PLTU Jawa 4 (2x1.000 MW). "Dengan pembangunan jalur transmisi ini, PLN dapat menyalurkan daya listrik sebesar 8.820 MW kepada masyarakat," klaim Sofyan.(ktn)

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help