TribunManado/

Paragliding Accuracy World Cup Dimulai, Timnas Targetkan Juara/

Sejak pagi hari para peserta Paragliding World Cup Accuracy (PGAWC) atau ketepatan mendarat 2017 melakukan latihan akhir sebelum mengikuti lomba, Kami

Paragliding Accuracy World Cup Dimulai, Timnas Targetkan Juara/
Tribun Manado
PGAWC Manado 2017 

  

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejak pagi hari para peserta Paragliding World Cup Accuracy (PGAWC) atau ketepatan mendarat 2017 melakukan latihan akhir sebelum mengikuti lomba, Kamis (16/3).

Para peserta dari lokal, nasional, dan internasional satu persatu mendarat di lokasi pendaratan di Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.

Pelatih Timnas Indonesia Get Gendon Subandono berkata lokasi perlombaan sangat bagus, tapi juga memberikan tantangan kepada peserta untuk mampu mendaratkan kaki pada tempat yang telah disediakan. 

Ia berkata, atlet timnas yang ikut ada 18 orang yang terbagi 10 putra dan 8 putri serta 4 pelatih. "Target kami memenangkan kejuaraan beregu dan putra mampu memimpin seluruh seri," ucap Get.

Danlanusri Kolonel (Pnb) Arifani Nur Dwiyanto dan Pengurus FASI Sulut berkata semua persiapan sudah sangat matang. "Tadi para peserta sudah melakukan latihan, 4 sampai 5 kali terjun dan finish. Peserta lain masih berdatangan, hari ini ada beberapa negara sudah melakukan latihan antara lain Serbia, Korea, Hongkong, Cina, Bilarus, Indonesia dan beberapa negara lainnya," jelasnya.

Sulut perlu berbangga karena jadi tuan rumah perhelatan kejuaraan dunia ini. "Lokasi Gunung Tumpa sangat strategis dan sudah sesuai dengan standar dunia digelarnya iven ini," ungkap Dwiyanto.

Satu diantara peserta asal Serbia berkata Tamara Kostic sangat senang bisa datang di Manado. "Lokasi lomba menantang dan tidak mudah untuk mendarat pada posisi yang telah disediakan. Lokasi perlombaan pemandangannya bagus," katanya.

"Saya sangat siap mengikuti kompetisi ini. Kota Manado sangat indah, orangnya ramah, suka menolong, dan semuanya bagus," tutur Tamara.

Amatan Tribun Manado di lokasi pendaratan, para peserta secara bergantian turun dari udara untuk menginjakkan kaki di satu titik. 

Jika terlihat dengan mata, perlombaan ini sangat mudah tapi saat angin bertiup kencang akan ada rintangan yang perlu peserta lewati.

Bahkan ada beberapa peserta tidak mendarat di area pendaratan. Tapi ada juga peserta dengan kemampuannya menginjakkan kaki tepat di sasaran.

Dari lokasi finis, peserta harus naik mobil menuju puncak gunung Tumpa kemudian meluncur lagi dari puncak menuju tempat pendaratan.

Setibanya di Gunung Tumpa, sungguh indah pemandangan laut dan pulau-pulau seperti Pulau Bunaken, Mantehage, Manado Tua, Naen, Siladen, serta pemandangan alam yang menakjubkan.

11 Negera yang bakal ikut  lomba Korea Selatan, Singapore, Serbia, Japan, Hongkong, Cina, Belarus, Inggris, Filipina dan Indonesia. (KEL)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help