TribunManado/

Asyik Main Ponsel, Tiga Siswi Diraba-raba Gurunya

Guru yang seharusnya mendidik dan melindungi massa depan muridnya malahan tega mencabuli tiga siswa.

Asyik Main Ponsel, Tiga Siswi Diraba-raba Gurunya
SHUTTERSTOCK
Pencabulan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Guru yang seharusnya mendidik dan melindungi massa depan muridnya malahan tega mencabuli tiga siswa. Kasus asusila itu terjadi di satu SD di Kecamatan Tompaso, Minahasa.

Oknum guru berinisial SW (54) diduga melakukan aksi cabul terhadap siswanya beberapa kali. Setiap kali ada kelas pelajaran agama ia mengambil kesempatan itu. Saat jam pelajaran lain, ia juga sempat melancarkan aksi.
Beberapa siswa yang diketahui pernah menjadi korban sebut saja Bunga (7) siswa kelas dua, Mawar, Melati, dan Sukma.

"Sementara baru itu, namun kita masih pengembangan siapa tahu ada korban lagi," kata AKP Edy Kusniadi, Kasat Reskrim Polres Minahasa, Jumat (17/3).

Awalnya tersangka hanya diwajibkan untuk melapor setiap hari ke Polres Minahasa, namun kini ia ditahan lantaran sudah banyak laporan yang masuk. "Kita sudah periksa dan tahan tersangkanya," kata dia.
Kasat menjelaskan, perbuatan tersangka dilakukan pada Januari 2017. Modusnya saat jam pelajaran ia meminta murid lain untuk mengerjakan tugas, kemudian meminta satu siswa incarannya untuk maju ke depan di mejanya.

Tersangka kemudian memberikan telepon genggam miliknya kepada korban untuk dimainkan. Sementara asyik korban memainkan telepon genggam itulah kemudian tersangka melakukan aksinya dengan menggerayangi tubuh korban. Tanpa diketahui oleh teman-teman korban karena terhalang meja.

"Perbuatan tersebut dilakukan tersangka berulang kali, namun bergantian siswa lain," kata dia. Kasus itu terungkap saat korban Bunga menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya yang kemudian melaporkannya ke Polres Minahasa.

Namun saat dilaporkan, tersangka ternyata sudah pindah sekolah. Polisi tetap ketahui keberadaannya dan dilakukan pemeriksaan. Tersangka juga diketahui sudah berkeluarga, namun belum memiliki anak. *

MODUS OPERANDI
* Saat jam pelajaran SW meminta murid lain untuk mengerjakan tugas
* SW kemudian meminta satu siswa incarannya untuk maju ke depan di mejanya
* Tersangka kemudian memberikan telepon genggam miliknya kepada korban untuk dimainkan
* Sementara asyik korban memainkan telepon genggam itulah kemudian tersangka melakukan aksinya dengan menggerayangi tubuh korban

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help