Rumah di Desa Kapoya Terseret Satu Meter Akibat Longsor

Hujan disertai angin yang juga menguyur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada Selasa (14/3/2017) menyebabkan bencana longsor dan banjir

Rumah di Desa Kapoya Terseret Satu Meter Akibat Longsor
FIONALOIS WATANIA
longsor di Desa Kapoya

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Pertiwi Watania

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG – Hujan disertai angin yang juga menguyur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada Selasa (14/3/2017) menyebabkan bencana longsor dan banjir meski hanya beberapa jam saja. Menurut Emy Mintalangi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WITA.

"Pada saat kejadian kami sedang tertidur. Namun tiba-tiba terbangun karena mendengar suara tanah yang akan meluncur. Saat itu juga saya langsung peluk anak dan lari keluar rumah bersama suami," katanya. 

Namun dia mengatakan bahwa ketika hendak keluar, pintu rumah macet karena rumahnya terseret hingga satu meter sehingga sudah tidak pada tempatnya. Akhirnya mereka melewati pintu dapur dan berlarian keluar rumah.

"Beruntung tidak ada korban jiwa. Untuk sementara barang-barang kami diungsikan ke rumah tetangga," ujarnya. Dia mengaku sudah menitipkan anaknya yang berumur 6 tahun ke rumah orangtuanya.

"Kami juga akan tidur dirumah orangtua takut ada longsor susulan," terangnya. Pantauan Tribun Manado, warga secara bergotong-royong membantu keluarga untuk membersihkan sisa sisa lumpur akibat longsor.

Pihak pemerintah juga sudah datang berkunjung melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang melakukan pendataan. Keluarga korban berharap agar segera ada bantuan dari pemerintah.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Kapoya Marten Sondakh Laoh mengungkapkan ada puluhan yang rumah terkena bencana longsor dan belasan rumah lainnya terendam banjir.

“Di wilayah kami ada 33 rumah yang terkena bencana. 18 rumah terendam banjir setinggi satu meter dan 15 rumah terkena tanah longsor, 4 rumah mengalami rusak berat,” ujarnya. Lanjut Sondakh akibatnya selama beberapa jam Desa Kapoya sempat terisolir karena akses jalan desa maupun jalan kebun tertimbun tanah.

“Anak-anak kami tidak sekolah mereka membantu warga yang terkena bencana untuk melakukan bersih-bersih,” terangnya. Estimasi kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan sekitar Rp200 juta. (tiw)

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help