TribunManado/

Rumah Bergeser, Keluarga di Kapoya Ini Langsung Lari

Hujan disertai angin kencang di Minahasa Selatan, Selasa (14/3), menyebabkan bencana longsor dan banjir.

Rumah Bergeser, Keluarga di Kapoya Ini Langsung Lari
tribun manado
Warga Kapoya, Sulta, Minsel gotong royong angkat longsoran tanah dari satu rumah, Selasa (14/3). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Hujan disertai angin kencang di Minahasa Selatan, Selasa (14/3), menyebabkan bencana longsor dan banjir di Desa Kapoya, Kecamatan Suluun Tareran.

Menurut Emy Mintalangi, warga Kapoya, peristiwa itu terjadi pukul 02.00 Wita. "Pada saat kejadian kami sedang tertidur. Namun tiba-tiba terbangun karena mendengar suara tanah yang meluncur. Saat itu juga saya langsung peluk anak dan lari keluar rumah bersama suami," katanya.

Namun dia mengatakan, bahwa ketika hendak keluar, pintu rumah macet karena rumahnya terseret hingga satu meter sehingga sudah tidak pada tempatnya. Akhirnya mereka melewati pintu dapur dan berlarian keluar rumah.

"Beruntung tidak ada korban jiwa. Untuk sementara barang-barang kami diungsikan ke rumah tetangga," ujarnya. Dia mengaku sudah menitipkan anaknya yang berumur enam tahun ke rumah orangtuanya. "Kami juga akan tidur di rumah orangtua takut ada longsor susulan," terangnya.

Pantauan Tribun Manado, warga secara bergotong-royong membantu keluarga untuk membersihkan sisa lumpur akibat longsor. Pihak pemerintah juga sudah datang berkunjung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang melakukan pendataan. Keluarga korban berharap agar segera ada bantuan dari pemerintah.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Kapoya, Marten Sondakh Laoh, mengungkapkan ada puluhan yang rumah terkena bencana longsor dan belasan rumah lainnya terendam banjir. "Di wilayah kami ada 33 rumah yang terkena bencana.

Ada 18 rumah terendam banjir setinggi 1 meter dan 15 rumah terkena tanah longsor, 4 rumah mengalami rusak berat," ujarnya. Lanjut Sondakh akibatnya selama beberapa jam, Kapoya sempat terisolir karena akses jalan desa maupun jalan kebun tertimbun tanah.

"Anak-anak kami tidak sekolah mereka membantu warga yang terkena bencana untuk melakukan bersih-bersih," terangnya. Estimasi kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan sekitar Rp 200 juta. *

KERUSAKAN BENCANA
* Total rumah yang terkena longsor 43 unit, 8 di antaranya rusak berat
* Total rumah yang terendam banjir 218 unit
* Rincian 33 rumah terkena longsor, 18 rumah terendam air
* Desa Kapoya I, 200 rumah terendam banjir setinggi 1 meter, 10 rumah terkena longsor, 4 diantaranya rusak berat

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help