Rantung Pertanyakan Bantuan Tanggul Penahan Banjir Desa Kapoya

Hujan disertai angin yang juga menguyur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada Selasa (14/3/2017) menyebabkan bencana longsor

Rantung Pertanyakan Bantuan Tanggul Penahan Banjir Desa Kapoya
FIONALOIS WATANIA
longsor di Desa Kapoya

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Hujan disertai angin yang juga menguyur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada Selasa (14/3/2017) menyebabkan bencana longsor dan banjir meski hanya beberapa jam saja di Desa Kapoya, Kecamatan Sulta.

Sedikitnya ada 33 rumah yang terkena bencana, 18 rumah terendam banjir setinggi satu meter dan 15 rumah terkena tanah longsor, 4 rumah mengalami rusak berat. Bencana terjadi sekitar pukul 02.00 WITA.

Peristiwa tersebut membuat warga teringat akan janji pemerintah untuk membangun tanggul penahan banjir disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Kapoya beberapa tahun lalu. Hal ini diungkapkan langsung oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Lexoni Rantung yang juga berdomisili di Desa Kapoya.

Menurutnya kalau saja Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) sudah membangun talut yang dijanjikan, maka dampaknya tidak akan terlalu parah.

“Yang saya ingat, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sudah diumumkan langsung kepada masyarakat desa bahwa bantuan dari pusat adalah pembangunan talut penahan banjir di Desa Kapoya. H

al ini berdasarkan pertimbangan dampak banjir yang cukup parah di desa kami yang terjadi pada tahun 2013. Namun sayangnya yang justru dibangunkan talut adalah Desa Kapoya 1.

Ini menimbulkan tanda tanya, biasanya jika sudah diumukan di Musrembang, maka Desa tersebut sudah pasti mendapat bantuan bukan desa lain,” katanya.

Dia menyesali karea proyek yang bernilai Rp600 juta tersebut akhirnya dibangun di Desa lain.

Halaman
12
Penulis: Fionalois Watania
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help