TribunManado/

JWS Kumpulkan Pimpinan Gereja Bahas Paskah Nasional

Seluruh pimpinan gereja dan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Kabupaten Minahasa berkumpul.

JWS Kumpulkan Pimpinan Gereja Bahas Paskah Nasional
tribun manado
Tokoh gereja membahas persiapan Paskah Nasional di kantor Bupati Minahasa, Selasa (14/3). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Seluruh pimpinan gereja dan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Kabupaten Minahasa berkumpul di ruang rapat Kantor Bupati Minahasa, Selasa (14/3).

Mereka sengaja dikumpulkan untuk membicarakan soal persiapan Paskah Nasional dan Kerukunan Nasional tahun tahun 2017 yang tuan rumahnya Minahasa.

Rapat dihadiri Bupati Minahasa Jantje Sajow, Sekretaris Daerah Jeffry Korengkeng, Asisten I Denny Mangala, Kabag Kesra AZ Warouw, Pendeta Hein Arina mewakili BPMS GMIM dan Ketua FKUB Pendeta Evert Tangel.

Paskah Nasional dan Kerukunan Nasional 2017 bertema 'Kita Semua Ciptaan Tuhan'. Pelantikan panitia sudah dilaksanakan Minggu 12 Maret 2017 di GMIM Sentrum Manado.

"Karena yang menjadi tuan rumah adalah Sulawesi Utara, semua dominasi gereja yang ada akan menjadi panitia," kata Pendeta Hein Arina.

Ibadah pembukaan rencananya akan dilaksanakan tanggal 21 April 2017 di Manado, namun acara puncaknya akan dilaksanakan di Tondano besok harinya. "Acara ini sangat spesial karena sekaligus kita memperingati 500 tahun reformasi, acara ini tidak akan lepas dari nuansa Ridel dan Schwarz," jelas dia.

Dia menjelaskan, nanti akan ada pawai paskah dan drama kolosal. Acara ini akan dihadiri oleh wakil presiden maka dimintakan minimal 25.000 orang yang hadir.

Bupati pada kesempatan tersebut turut memberikan dorongan untuk menyukseskan acara. "Acara ini sudah dipersiapkan secara matang, persiapan drama kolosal sudah dari dua bulan sebelum acara, dan yang menjadi koordinator drama yaitu Remi Silado, choir sudah dipersiapkan kurang lebih ada 400 orang seperti yang ada di Natal Bersama," ujar dia.

Rencananya acara dimulai pukul 14.00 Wita dengan pawai yang rencananya akan diikuti oleh perwakilan dari denominasi gereja di Sulut.

Setelah pawai akan ada ibadah bersama di Stadion Maesa Tondano yang akan dipimpin Pendeta Steven Tong. Setelah ibadah akan ada drama kolosal.
"Harus ada acara yang memiliki daya tarik dan tidak membosankan untuk menarik massa" ujarnya.

Ia juga meminta dukungan dari hamba-hamba Tuhan agar acara ini dapat berjalan dengan baik. "Kita dapat menunjukkan ke dunia bahwa di Sulut ada kedamaian dan kerukunan, karena yang menjadi ciri khas orang Sulut adalah satu dalam perbedaan atau satu dalam Kristus, walaupun banyak dominasi gereja namun tetap rukun," ujarnya.

Selanjutnya Pendeta Evert Tangel mengatakan, pokok dari pembahasan ini yaitu bagaimana mengondisikan jemaat, kesediaan mengambil bagian. "Kita menyampaikan kepada pimpinan-pimpinan gereja untuk mendoakan acara ini," jelas dia.

Ia menambahkan, yang menjadi pokok untuk didoakan pada acara ini, yaitu merajut keragaman kerukunan nasional.
Kabag Keuangan Minahasa meminta kepada para pendeta yang belum memasukkan data, harus dimasukkan secepatnya. *

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help