Indahnya Surga Bawah Laut Bahoi dan Tiwoho Minahasa Utara

"Ada kawasan Ekowisata. Satu di antaranya di Desa Bahoi yang bawa lautnya memang indah, sehingga wisatawan bisa diving. Di sini juga ada mangrove."

Indahnya Surga Bawah Laut Bahoi dan Tiwoho Minahasa Utara
Surga bawah laut Desa Bahoi Likupang Barat, Minahasa Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemprov Sulut dibawa kepemimpinan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wagub Sulut, Steven Kandouw sedang giat-giatnya memacu pariwisata di Sulut. Satu di antaranya yang menjadi tujuan utama wisatawan adalah Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Hal ini pun direspons positif oleh Dinas Pariwisata Minut. Kadis Pariwisata Minut Theodora Luntungan, melalui Kepala Seksi Sumber Daya Promosi Ferdy Tulong mengatakan, kawasan yang akan dikembangkan yakni, Kecamatan Wori dan Likupang.

"Ada kawasan Ekowisata. Satu di antaranya di Desa Bahoi yang bawa lautnya memang indah, sehingga wisatawan bisa diving. Di sini juga ada mangrove, '' ujarnya.

Tempat lain yang menjadi daerah Ekowisata adalah Desa Tiwoho yang sudah ada home stay yang dibangun warga dan sudah disosialisasikan.

"Di Tiwoho sudah dibangun gazebo di pinggir pantai. Kedepan akan dijadikan tempat ekowisata mangroove dan spot diving. Karena masuk kawasan strategis wisata nasional," ujarnya.

Lanjut dia, home stay saat ini sedang dikembangkan masyarakat, mereka mengembangkan secara pribadi. Pemerintah hanya bersifat mendorong dan membangun fasilitas penunjang.

"Kalau dibangun harus tanah milik pemerintah atau dihibahkan kepada pemerintah. Tiga buah gazebo sudah dibangun.Daerah Ekowisata Bahoi, Budo, Tiwoho, Wori, Tambun, Serawet, Tarabitan, pulau Nain dan pulau Mantehage," ujarnya.

Rencananya daerah Likupang akan dijadikan KEK Pariwisata. M enurutnya, KEK di Likupang usulan swasta.

"KEK Pariwisata ini luasnya 600 hektare di Likupang dengan pengelola KEK adalah pihak swasta, bukan KEK usulan pemerintah. Daerah Likupang Timur, Tanjung Pulisan, Kinunang dan Marinsow. Usulan masuk ke Kementerian dan Dewan Nasional merupakan usulan swasta. Kalau tidak salah dari Group Sintesa Peninsula," jelasnya.

Pada dasarnya pemerintah daerah mendukung program pemerintah Provinsi. Nanti warga yang berada di Likupang lebih mudah ke Bandara karena ada perluasan jalan serta kawasan KEK.

"Selain KEK, Likupang menjadi pengembangan wisata terpadu. Didukung juga karena Likupang masuk di Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Likupang dan sekitarnya," kata dia.

"Sesuai rencana nanti ada investor yang akan bangun hotel bintang lima di Desa Tiwoho. Jadi Tiwoho masuk daerah perlindungan Laut, kendalanya lingkungan. Saat ini belum ada follow up. Padahal investor sudah banyak tanya. Ada investor Jepang, Italia, Cina. Selain Tiwoho adanya Paragliding di Gunung Tumpa ikut menjadi daya tarik tersendiri, '' ujarnya.

Daerah wisata lainnya di Minut yakni, Pulau Gangga, Bangka dan Lihaga yang menjadi kawasan wisata bawa laut. Banyak wisatawan yang suka diving di sini. Sedangkan wisata alam ada Gunung Klabat dan Waruga Sawangan yang merupakan situs sejarah.

Di Likupang dan Kimabajo memiliki Coco Tinus Resort lengkap dengan diving center. Desa Tarabitan ada Kinaari Resort dan La Merry resort. "Tahun 2016 banyak Wisman asal Cina yang berkunjung, '' ujarnya.(fer)

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help