TribunManado/

77 ASN Sangihe Menangkan Putusan di PTUN Manado

Suasana ruang sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Manado, Selasa (14/3) di Jalan Pumorow Kecamatan Tikala, Manado tampak ramai.

77 ASN Sangihe Menangkan Putusan di PTUN Manado
NIELTON DURADO
ASN Sangihe yang menang

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Suasana ruang sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Manado, Selasa (14/3) di Jalan Pumorow Kecamatan Tikala, Manado tampak ramai.

Puluhan masyarakat yang menggunakan baju dan celana coklat nampak duduk dengan tenang di ruang rapat yang berada di lantai dasar tersebut.

Ternyata, mereka adalah 77 Aparatur Sipil Negara (ASN) asal kepulauan Sangihe yang datang menggugat surat keputusan mantan bupati Sangihe HM nomor 821.2/SK/04/2017 tanggal 11 Januari 2017 tentang pembebasan dan pengangkatan pegawai negeri sipil dari dan dalam jabatan struktural eselon III dan eselon IV di lingkungan pemerintahan Kabupaten Sangihe.

Dalam sidang tersebut, pihak tergugat yang diwakilkan oleh salah seorang pejabat terlihat tidak banyak berkomentar. Ia hanya terlihat memainkan Handpone dan menjawab pertanyaan hakim dengan subtansial.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Jamres Saraan, didampingi dua hakim anggota yakni Baharuddin dan Sanny Pattipeiloha ini berjalan kurang lebih dua jam lebih.

Dalam sidang ini hakim juga menyayangkan tidak adanya jawaban dari pihak tergugat ketika dia memintanya.

"Karena hari ini tidak ada jawaban dari pihak tergugat, maka agenda mendengar jawaban dari pihak tergugat akan dilaksanakan pada 29 Maret 2017 nanti," ujar hakim.

Diakhir sidang Hakim ketua juga memutuskan menerima putusan sela dari 77 ASN yang melakukan gugatan dihari itu.

"Dengan ini saya memerintahkan tergugat untuk menunda/menangguhkan daya berlaku pelaksanaan Surat Keputusan Pejabat Bupati Kepulauan Sangihe nomor 821.2/SK/04/2017 tanggal 11 Januari 2017 tentang pembebasan dan pengangkatan pegawai negeri sipil dari dan dalam jabatan struktural eselon III dan eselon IV di lingkungan pemerintahan Kabupaten Sangihe, sampai adanya keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap," tegas dia.

Ia bahkan meminta pihak panitera untuk segera mengirim surat keputusan ini ke pihak tergugat untuk diketahui.

"Jadi saya minta panitera segera menyurat ke tergugat, agar ini dapat di ketahui. Pihak tergugat juga harus segera menjalankannya, kalau tidak resikonya akan ditanggung sendiri," tegas dia.

Sontak putusan ini langsung mendapat tepuk tangan dari para ASN yang hadir pada hari siang itu.

"Ini adalah hasil dari perjuangan panjang kami, karena selama ini kami di nonjobkan tanpa dasar hukum yang jelas. Untuk itu kami sangat bersyukur atas keputusan ini," tandas Doktarius Pangandaheng, salah satu penggugat yang datang ke PTUN. (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help