TribunManado/

Keren Abis Budaya Minahasa! Jual 'Saguer' Tanpa Dijaga, Habis Minum Duit Silahkan Taruh di Meja

"Rumah (besar) ini juga hasil menjual Saguer. Kami bisa menghasilkan Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu per hari."

Keren Abis Budaya Minahasa! Jual 'Saguer' Tanpa Dijaga, Habis Minum Duit Silahkan Taruh di Meja
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS GERALD RUAUW
Lapak jualan minuman khas Minahasa 'Saguer' ini unik. Jualan tak dijaga. Penjual hanya biarkan saguer di atas meja. Pembeli yang mau beli silahkan minum, atau ambil Saguer tanpa bawa botolnya, dan uang pembelian disilahkan letakkan di meja. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MINAHASA - Setiap hari laku rata-rata 80 sampai 10 botol. Tergantung 'musim'.

Sepintas Gubuk di Desa Tanggari Lingkungan Delapan, Kabupaten Minahasa tak ada yang menonjol.

Namun, bagi warga Minahasa yang doyan Saguer pasti akan tergiur melihat beberapa botol berwarna hijau yang di dalamnya berisi Saguer.

Ada juga yang diisi dalam sebuah Toples dengan tempurung ataupun gelas bisa dijadikan wadah untuk mencicipi minuman tradisional ini.

Menariknya di samping kiri Gubuk yang terletak di jalan raya menuju ke Tondano tertulis, ''Kios Saguer Gampang Month Inga. Manis, Asam, Cuka, Silahkan minum 1 botol Rp 5 Ribu. Uang lepas di meja dan dilarang bawa botol. Kacang Rp 2.500".

Pantauan Tribun Manado, Senin (13/3), para pembeli memang tinggal mengambil Saguer. Uang diletakkan di toples atau di bawah tempurung.

Saguer itu bisa dibawa pulang atau diminum di tempat tanpa harus membayar langsung kepada pemilik.

Trosina Nelwan (62), istri pemilik usaha Herri Kauang (71), yang ditemui di rumahnya (dekat gubuk Saguer itu) mengatakan model usaha seperti ini sudah ada 20 sampai 30 tahun. Mereka tidak mau menjaga.

"Hanya memang ada juga langsung bayar kemari. Misalnya kalau tidak ada uang kembalian bahkan ada yang ambil duluan lalu bayar saat balik," ujarnya.

Ia juga merasa ada yang tidak bayar. Tetapi, untuk itu mereka mengikhlaskan. Setiap hari katanya ada 80 sampai 100 botol. Itu juga tergantung 'musim'.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help