TribunManado/

Ronald Ingatkan Bantuan Pupuk Untuk Petani Minsel

“Saya mendukung program tersebut apalagi hal tersebut untuk kepentingan rakyat dalam hal ini untuk kemajuan kelompok tani yang ada di Minsel,”

Ronald Ingatkan Bantuan Pupuk Untuk Petani Minsel
IST
Ilustrasi pupuk. 

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG – Upaya khusus  Dinas Petanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dalam mengadakan pengembangan produk pertanian khusus jagung di tahun 2017 dengan gerakan tanam jagung 50 hektar di tanggapi oleh Ketua Komisi I, Ronald Pinasang.

“Saya mendukung program tersebut apalagi hal tersebut untuk kepentingan rakyat dalam hal ini untuk kemajuan kelompok tani yang ada di Minsel,” katanya.

Sejalan dengan itu dia juga berharap agar pemerintah jangan hanya menghimbau untuk menanam demi tercapainya target penanaman jagung namun juga harus menyediakan kebutuhan lain yaitu pupuk.

“Yang kami dapati selama ini, terkadang pupuk yang dijual dipasaran habis. Sehingga petani kebingungan mencari pupuk dimana bahkan bukan tidak mungkin gara-gara kelangkaan pupuk mereka bisa dirugikan karena gagal panen,” ujarnya.

Untuk itu dia harap pemerintah dapat memberikan bantuan pupuk secara langsung kepada para petani. “Jika ketersediaan pupuk untuk para kelompok tani tepat waktu, maka program Distanak pasti akan tercapai,” ungkapnya.

Dia menambahkan agar pemerintah juga dapat memanfaatkan pengembangan produk pertanian lain yang tentunya sangat potensial selain jagung.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Minsel, Frans Tilaar mengatakan, memang sudah ada program bantuan benih dan juga pupuk yang akan disalurkan tahun ini.

"Kita berupaya mewujudkan program ini. Ada bantuan benih 15 kilogram per hektar dan dan 50 kilogram pupuk urea yang akan diberikan pemerintah kepada kelompok tani," jelasnya. Lebih jauh dia menjelaskan  pihaknya akan melakukan berbagai upaya salah satunya dengan memanfaatkan lahan tidur di jalan Trans Sulawesi.

"Kita sedang memanfaatkan lahan tidur di jalur Trans Sulawesi radius 100 meter. Diupayakan tanggal 15 Maret sudah ditanam jagung," kata Tilaar saat memberi keterangan kepada Tribun Manado di ruang kerjanya, Kantor Distanak Minsel, Kelurahan Pondang, Amurang Timur, Senin (13/3). Menurutnya banyak lahan tidur di jalur Trans Sulawesi tidak dimanfaatkan masyarakat. (tiw)

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help