TribunManado/

Wanita, Pernikahan Bukanlah Pencapaian

Kebanyakan wanita diajari sejak kecil bahwa nilai yang terpenting adalah kecantikan mereka.

Wanita, Pernikahan Bukanlah Pencapaian
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat diwawancarai oleh Kompas.com di klinik Angsamerah beberapa waktu lalu, satu hal yang berkali-kali ditekankan oleh Dr Baby Jim Aditya MPsi, Psikolog, seorang seksolog dan aktivis AIDS, adalah pernikahan bukan pencapaian.

“Kebanyakan wanita diajari sejak kecil bahwa nilai yang terpenting adalah kecantikan mereka, ‘Kecantikan itulah yang akan mendapatkanmu seorang suami’. Bahaya kan?,” ucapnya.

Pemikiran tersebut, menurut Dr Baby, membuat wanita rentan terjebak di dalam pernikahan yang tidak bahagia.

Dia melanjutkan, (lalu) wanita-wanita Indonesia kebanyakan (juga) dibesarkan dengan anggapan yang salah bahwa prestasi adalah menikah dan kalau belum menikah itu belum berprestasi. Aduh, stop, stop, stop. Itulah mengapa Anda gampang dikandangin.

“Kecantikan itu bukan prestasi dan pernikahan bukan pencapaian, wanita-wanita indonesia harus ingat itu,” ujarnya.

Selain itu, Dr Baby juga mengkritik cara orangtua membesarkan anak yang dikotomis, di mana anak perempuan dan laki-laki dibesarkan dengan pandangan pernikahan dan hubungan yang berbeda. Perbedaan tersebut dinilainya berpotensi memunculkan banyak perselingkuhan.

“(Banyak) pria bilang, ya kan itu tugas perempuan untuk memelihara perkawinan. Ya, enggak bisa lah, harus dua-duanya,” katanya.

“Itulah kenapa wanita harus punya keahlian untuk mengidentifikasi. Kalau kitanya sendirienggakpernah bergaul, pembelajaran juga enggak pernah, dan diskusi dengan orangtua juga enggak ada, ya gimana?” ucapnya lagi. (kompas.com/Shierine Wangsa Wibawa)

Editor: Rine_Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help