Renungan Minggu

Minggu Sengsara

Pernahkah kita merasa terancam oleh sesuatu yang kemudian mendorong kita berbohong demi menyelamatkan diri?

Minggu Sengsara
https://goo.gl/J3P7Mi
Ilustrasi 

Pdt Sonya Mapaddang‑Korneles Mth

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernahkah kita merasa terancam oleh sesuatu yang kemudian mendorong kita berbohong demi menyelamatkan diri?

Ataukah berdalih ini atau itu untuk menghindari diri dari kesulitan atau ancaman? Kalau jujur dengan diri sendiri pasti jawaban kita 'ya'.

Ingatkah kita dengan kisah Abraham yang sempat terjebak berbohong kepada raja Mesir demi menyelamatkan diri, yang membuatnya hampir kehilangan istrinya, Sarai yang cantik jika Tuhan tidak intervensi menolong Abram.

Saudara‑saudara seiman, Yesus tidaklah demikian. Sekalipun  Ia harus berhadapan dengan penderitaan, Ia rela menerima hukuman. Padahal Dia tidak berbuat dosa, tipu tidak ada dalam mulutnya (ayat 22). Dia menerima cawan murka Allah untuk menggantikan kita

Naluri manusia yang terkadang membalas kejahatan dengan kejahatan tidak dilakukanNya. Dalam ayat 23, ketika dicaci‑maki, Ia tidak membalasnya dengan caci‑maki, ketika menderita Ia tidak mengancam.

Tapi menyerahkannya kepada Tuhan Allah yang menghakimi dengan adil. Ini tidak mudah dilakukan oleh siapapun. Hanya Yesus Kristus yang sanggup melakukannya meskipun harua menanggung derita (ayat 24).

Derita Yesus membawa nikmat selamat bagi manusia. Sehingga apa jawab kita? Ada dua hal yang harus dilakukan. Saya mengajak kita semua untuk melakukan dua hal ini yaitu:

Membuka diri dan menerima pembelaan Allah. Artinya kita sedia ada dalam rangkulan sang gembala yang siap menopang kita.

Saat mungkin ada serigala yang coba mengancam, atau singa yang siap mengintai dan menerjang bahkan beruang yang siap mecelakakan dan memangsa kita,  maka jangan kita balas hal tersebut dengan mengandalkan kuat dan gagah kita.

Tetapi ingat, sebagai domba gembalaan Allah, yang selalu dilindungi dan dijaga oleh gembala kita, yang dengan segenap kekuatan dan kuasanya selalu membela kita, maka kita mampu melewati berbagai tantangan karena Allah sang gembala agung yang memberi kekuatan.

Hal selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah Memberi diri menapaki jalan yang harus ditapaki. Artinya Jalan Yesus sekalipun atau yang dikenal dengan jalan Via Dolorosa tidak akan membuat kita tersesat. Tapi justru menuntun kita menuju kebahagiaan.

Tapakilah jalan sebagaimana yang Yesus tapaki. Jika kita selalu mengandalkan Allah kita, maka kita mampu melewati jalan yang penuh derita untuk sampai pada tenpat yang membawa kebahagiaan. Jalan yang menuntut kita untuk tetap mempertahan kebenaran dan kebajikan sehingga kita memperoleh keselamatan dari Allah.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Tetaplah yakin bahwa Tuhan san gembala agung akan memampukan kita melewati minggu‑minggu sengsara. Amin. (*/tiw)

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Rine_Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help