TribunManado/

Bahaya 'Obat Par' Dijual Tanpa Resep Dokter

Penggunaan obat anti- rematik atau supi yang dikenal dengan "obat Par" di masyarakat menjadi perhatian Dinas Kesehatan.

Bahaya 'Obat Par' Dijual Tanpa Resep Dokter
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
pengobatan gratis 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Penggunaan obat anti- rematik atau supi yang dikenal dengan "obat Par" di masyarakat menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan.
Kepala Dinkes, Ternie Paruntu secara tegas melarang penjualan obat-obat tersebut tanpa resep dokter.

"Larangan penjualan obat tersebut diseriusi karena disamping termasuk dalam golongan obat keras/daftar G yang mengandung Phenilbutason dan Dexamethason/Prednison juga dapat menyebabkan gangguan lambung, hati dan ginjal. Gangguan lambung bisa terjadi berupa luka pada lambung sehingga menyebabkan pendarahan sedangkan pada hati dapat terjadi gangguan fungsi dan juga dapat menyebabkan gagal ginjal," katanya.
Paruntu menambahkan, bahwa sudah disebarkan pemberitahuan kepada apotik dan toko obat untuk tidak menjual obat daftar G tanpa resep dokter.

"Sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian dan Permenkes No 919 tahun 1993 tentang Kriteria Obat yang dapat diserahkan penjualan obat yang masuk daftar G tanpa resep dokter dilarang. Disamping itu juga masyarakat diimbau untuk berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gangguan kesehatan," kata dia. *

STORY HIGHLIGHTS
* Penggunaan obat anti-rematik atau supi yang dikenal dengan "obat Par" di masyarakat menjadi perhatian Dinkes
* Gangguan lambung bisa terjadi berupa luka pada lambung sehingga menyebabkan pendarahan sedangkan pada hati dapat terjadi gangguan fungsi dan juga dapat menyebabkan gagal ginjal

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help