TribunManado/

Kapal Listrik di Amurang Ramah Lingkungan

Kapal listrik, Karadeniz Powership Zeynep Sultan di dermaga PLTU Amurang, Minahasa Selatan ramah lingkungan.

Kapal Listrik di Amurang Ramah Lingkungan
tribun manado
WORKSHOP - Ufuk Berk, Regional Director Karpowership Indonesia menjelaskan soal kapal listrik pada Workshop Media: Kenali Listrik Sulut yang digagas Karpowership di Hotel Sintesa Peninsula, Jumat (24/2). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kapal listrik, Karadeniz Powership Zeynep Sultan  yang berlabuh di dermaga PLTU Amurang, Moinit, Minahasa Selatan ramah lingkungan. Tidak ada limbah yang dibuang ke laut, semuanya didaur ulang.

Demikian penjelasan Regional Director Asia Karpowership Indonesia, Ufuk Berk, belum lama ini. Ufuk menjelaskan, kapal listrik di Amurang merupakan tipe Shark Class yang ramah lingkungan.

"Semua limbah yang dihasilkan dalam kapal genset Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Zeynep Sultan didaur kembali dan tidak ada yang menjadi pencemaran lingkungan," kata Ufuk di Manado. Ufuk mengatakan, limbah cair yang dihasilkan dalam kapal tersebut, ditampung dan dibawa ke Surabaya untuk diolah kembali sehingga bisa digunakan. Untuk limbah padat lainnya, kata dia, langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir.
"Jadi, keberadaan kapal tersebut sangat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan," jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN Sulawesi Utara Sulawesi Tengah dan Gorontalo, Baringin Nababan ,mengatakan keberadaan MVPP Karadeniz Zeynep Sultan memegang peran penting ketersediaan daya listrik di Sulut. Menurut Nababan, kapal tersebut memasok 45 persen dari total daya mampu. Sisanya, 22 persen dari pembangkit listrik sewa dan 33 persen dari pembangkit milik PLN.

Karpowership Indonesia menjanjikan, PLN tak perlu mengkhawatirkan kehilangan daya dari kapal tersebut. Karena menurutnya produksi listrik Karpowership akan terus berjalan meski sedang melakukan pemeliharaan.

Plant Manager/Head Captain of the Ship Nevzat Senlink mengatakan dalam melakukan pemeliharaan hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Sedangkan untuk pemeliharan yang cukup besar ketika mesin digunakan selama dua setengah tahun. Dia mengaku jika ada masalah pada mesin, maka pihaknya akan langsung memperbaiki karena mempunyai insinyur yang berada di kapal untuk memperbaiki masalah teknis.

"Kami juga menyediakan spare part jika sewaktu-waktu dibutuhkan," jelasnya.

PT PLN Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Gorontalo (Suluttenggo) rencana akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 140 Mega Watt (MW) di daerah tersebut.

Baringin mengatakan PLTP sebesar 140 MW tersebut, di Provinsi Sulawesi Utara berada di Kota Kotamobagu sebesar 80 MW dan diperkirakan selesai tahun 2024.

Dan di Provinsi Sulawesi Tengah, katanya, masing-masing 20 MW dan 40 MW dan akan sesuai rencana di tahun 2022. *

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help