TribunManado/

Begini Penampakan Pisang Unik Milik Oma Rut

Lazim tangkai pisang keluar dari bagian ujung pohon. Kali ini, tangkainya tumbuh pada bagian tengah pohon.

Begini Penampakan Pisang Unik Milik Oma Rut
tribun manado
Oma Rut memegang jantung pisang gapi yang tumbuh dari tengah batang pohon di kebun Desa Kaleosan, Minut, Kamis (9/3). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Lazim tangkai buah dan jantung pisang keluar dari bagian ujung pohon. Kali ini, tangkainya tumbuh pada bagian tengah pohon.

Kejadian unik itu diketahui Oma Rut Wangania, warga Lingkungan IV, Desa Kaleosan, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara saat menimba air di kebun.

Ruth berada di kebun pinjam pakai, Rabu (15/2) pukul 13.00 Wita. Dia menemukan keanehan pada pohon pisang di samping kanan tempat tinggalnya. Pisang yang ditanam sang suami, almarhum Yus Kaporo itu tidak berbuah pada bagian atas dekat dedaunan.

Tangkai buah keluar dari tengah batang sebelah kanan arah depan rumahnya. Hanya buah dan jantung pisang terlihat, sementara tangkainya terbenam ke dalam batang pohon.
Peristiwa aneh itu, kata Rut, terjadi satu hari sesudah penguburan suaminya. Ia sempat tidak percaya dengan penglihatannya itu.

"Saya berdiam duduk di bangku ini (yang terletak di depan pohon pisang aneh itu). Hampir setengah hari saya duduk di sini," katanya saat ditemui Tribun Manado, Kamis kemarin.
Ia memanggil beberapa warga untuk melihat pisang aneh itu. Warga yang datang, menurutnya, juga menganggap pisang itu aneh.

"Saya panggil mereka. Saya bilang coba lihat pisang aneh ini," ujarnya.
Pisang itu, katanya, menjadi hiburan bagi dia. Sang suami saat itu baru meninggal Minggu 12 Maret. "Pisang ini belum pernah berbuah sebelumnya. Saya yang stres terhibur melihat pohon yang aneh," katanya.

Sepanjang pengetahuannya, pisang ini hanya difoto keponakan bernama Ardiles Kowaas dan anak perempuannya, Santi Kaporo. Sang anak datang dari Manado. "Tetangga juga sudah datang. Tapi memang belum banyak yang tahu," katanya.
Oma Rut mengatakan, pohon pisang itu ditanam sang suami satu tahun yang lalu. Pohon pisang itu ditanam di kebun pinjam pakai dari seorang bernama Gerung sejak lima tahun lalu.

"Suami sebenarnya akan ulang tahun ke-69 tanggal 18 Februari tahun ini. Kami bertani jagung di sini," katanya.
Ia mengatakan, datang ke kebun pada pagi hari dan pulang pukul 17.00. Malam hari ia tinggal di rumah ibunya, Ina Kowaas. "Tapi saya menemukan pisang ini siang hari. Ini pisang gapi," ujarnya.

Pohon itu, kata dia, sudah dibersihkan. Ia membersihkan pada hari Minggu pekan lalu.
"Saya membersihkan daun-daunnya. Ini agar bisa dilihat orang," katanya. Rut mengaku tak akan memotong pisang itu. Pisang itu nanti dipotong jika sudah tua. *

Penulis: David_Manewus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help