Stok Kurang Picu Kenaikan Harga Tomat di Manado

Keterbatasan stok yang ada saat ini karena memang pengiriman dari daerah penghasil seperti Langowan, Minsel maupun dari luar Sulut berkurang.

Stok Kurang Picu Kenaikan Harga Tomat di Manado
TRIBUN MANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
Penjual tomat di Pasar Bersehati 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor tomat yang ada di Pasar Bersehati. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Jenny Karouw mengatakan, stok tomat tersedia meskipun dalam jumlah terbatas.

Keterbatasan stok yang ada saat ini karena memang pengiriman dari daerah penghasil seperti Langowan, Minsel maupun dari luar Sulut berkurang. "Dengan kondisi seperti sekarang ini berlaku hukum pasar, sehingga harga tomat menjadi naik," ungkapnya.

Namun ia memastikan untuk stok tetap tersedia sehingga masyarakat tak perlu khawatir. "Begitu pula untuk komoditas cabai rawit, tetap tersedia di pasaran," ungkapnya.

Deputi Direktur Advasory dan Pengembangan Ekonomi BI Sulut, Buwono Budisantoso mengungkapkan pihaknya akan berupaya menekan harga tomat agar harganya tak melabung tinggi. "Dengan demikian inflasi bisa dikendalikan," ujarnya.

Menurutnya, kurangnya stok, faktor cuaca dan distribusi menjadikan harga tomat fluktuatif.
Sedangkan Haris, satu di antara distributor tomat di Pasar Bersehati mengungkapkan untuk saat pasokan memang berkurang dariMinahasa, Minsel maupun dari Palu. "Saya mengambil dari pengumpul di daerah penghasil, memang pasokan berkurang," ungkapnya.

Begitu pula distributor lainnya, Yasin mengatakan tomat yang dijualnya berasal dari Palu. Hal ini karena dari daerah lain pasokannya berkurang.

Dalam sidak tersebut dihadiri Asisten II Pemprov Sulut Rudy Mokoginta, Deputi Direktur Advasory dan Pengembangan Ekonomi BI Sulut Buwono Budisantoso, Kepala Bulog Divre Sulut, Taufan Akib dan Kepala BPS Sulut, Moh Edi Mahmud.(erv)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help