Muslimin Bambela Pengumpul Besi Tua tak Pernah Ditilang Polisi

"Memang hanya mobil yang boleh lewat di jalan," ujar Muslimin Bambela (45), ketus.

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - "Memang hanya mobil yang boleh lewat di jalan," ujar Muslimin Bambela (45), ketus. "Yang saya bawa ini bukan sampah," ujarnya masih dengan nada bicara yang sama.

Imi, sapaan akrab pria ini, langsung merubah nada bicaranya ketika mengetahui yang berbincang dengannya adalah wartawan Tribun. "Maaf saya ngomong tadi ketus, saya kira siapa," ucapnya dengan senyum lebar.

"Saya sering bertemu anak-anak dan mereka mengejek saya. Pun orang-orang lain," ujarnya, menceritakan kenapa dia sebelumnya berlagak kasar.

Imi adalah seorang pengumpul besi bekas. Kurang lebih sepuluh tahun ia menjalani pekerjaannya ini. Banyak orang memandang sebelah mata, katanya. Namun Imi punya penghasilan yang lumayan banyak.

"Mereka lihat saya hanya mengumpul sampah, padahal pendapatannya lumayan. Setiap hari paling rendah saya dapat bersih Rp 200 ribu. Kalau beruntung, bisa sampai Rp 1 sampai 1,5 juta," ujarnya Kamis (8/3).

Imi mengangkut besi-besi tuanya di roda yang disambungkan dengan motor, bernomor polisi DK 4591 DB. Motor yang terlihat tua, bersama besi-besi tua di roda belakangnya. Imi membuat sendiri roda ini.

"Tiap hari saya mencari. Kadang mengumpul besi di Kotamobagu, kadang mengumpul di Lolak. Saya tinggal di dua tempat itu, pindah-pindah," ucap Imi yang menggunakan sepatu boot itu.

Satu kilogram besi ia beli Rp 1.500, ia jual Rp 2 ribu. Yang mahal itu kata Imi, tembaga. Ia bisa mendapat untung banyak. Pun dengan baterai aki bekas yang memberi untung paling banyak.

"Kan mujur-mujuran, kalau beruntung dapat banyak aki bekas. Itu paling mahal. Roda saya ini kalau penuh bisa angkut sampai 400 kilogram," ucapnya.

Motor Imi sudah dimodifikasi, menggandeng roda di belakang. Namun Imi mengaku tak pernah ditilang polisi. "Mungkin mereka kasian, saya bawa begini. Kalau ada tilang, saya jalan terus. Aman," ucap Imi sambil tersenyum.

Imi ditemui saat istirahat minum es kelapa muda, siang kemarin. Tak berbincang lama, Imi melanjutkan pekerjaannya. Ia menggunakan helem terlebih dahulu, baru meluncur dengan kendaraannya yang terlihay nyentrik. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help