Norma: Pemerkosaan Hukumannya Minimal Lima Tahun

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melakukan pendampingan terhadap korban pemerkosaan

Norma: Pemerkosaan Hukumannya Minimal Lima Tahun
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melakukan pendampingan terhadap korban pemerkosaan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Kepala Dinas PPPA Boltim, Norma Linggama mengatakan kesadaran perempuan Boltim untuk melaporkan kasus KDRT semakin meningkat.

"Tahun sebelumnya, hanya menjemput data di polsek, tapi mulai tahun ini kami proaktif ke lapangan. Kami lakukan pendampingan," bebernya, Selasa (7/3).

Pihaknya melakukan pendampingan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur yang terjadi tahun ini. "Ada tiga kasus pemerkosaan, satu sudah masuk ke pengadilan," ucapnya.

Pihaknya juga melakukan pendampingan kasus penelantaran anak yang dilaporkan pada Senin. "Hari ini, kami melakukan pendampingan terhadap kasus KDRT di polsek Kotabunan," ungkapnya.

Tak hanya pendampingan terhadap korban KDRT, dalam menjalani proses hukum. Upaya mediasi pun dilakukan agar tak terjadi perceraian.

"Harus ada efek jerah terhadap pelaku. Ketika ada laporan KDRT dan pelecehan terhadap anak. Polisi langsung berkoordinaso dengan kami. Langkah pertama adalah penanggulangan psikologi  koban agar tak trauma," terangnya.

Dia menduga banyak KDRT yang terjadi di masyarakat pedesaan. Namun, tak terungkap karena masyarakat masih menganggap aib untuk diketahui banyak orang.

"KDRT sanksi pidananya serius, makanya ada undang-undang perlidungan perempuan dan anak karena mereka adalah mahkluk lemah," jelasnya.

Dia pun mengimbau masyarakat agar melaporkan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). "Pemerkosaan hukumannya minimal lima tahun," tegasnya.

Pihaknya pun akan terus melakukan upaya  peningkatan kesadaran masyarakat untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

"Dalam mediasi kami juga mengingatkan perempuan, jangan hanya menuntut gender tapi ingat akan kodratnya," bebernya. (Ald).

Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help