TribunManado/

Tombatu III Timur Andalkan Sumur Bor

Bagi masyarakat air bersih menjadi kebutuhan yang mudah didapat. Beda dengan warga di Desa Tombatu III Timur.

Tombatu III Timur Andalkan Sumur Bor
NET
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Bagi masyarakat air bersih menjadi kebutuhan yang mudah didapat. Beda dengan warga di Desa Tombatu III Timur.

Di tempat ini mendapatkan air bersih sudah menjadi bagian dari pekerjaan yang membutuhkan perjuangan. Beberapa warga bahkan harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air bersih.

Seperti yang dilakukan Altin, warga sekitar. Dia mengaku menempu perjalanan kurang lebih 2 kilometer untuk mendapat air bersih. "Ini kami lakukan hampir tiap hari, kami harus berjalan cukup jauh. Soalnya sudah puluhan tahun kami sulit dapat air bersih," ungkapnya, Minggu (4/3).

Meski begitu, ia mengaku, masih terbantu karena akses jalan menuju sumber air memungkinkan untuk memakai kendaraan. "Kalau biasa saya pakai motor, tiga sampai empat kali bolak-balik," kata dia.
Menurutnya, lokasi sumber air bersih akan dipenuhi warga pada hari Senin sampai Sabtu. "Kalau Minggu itu hanya pagi ambil air kalau siang sampai sore sudah tidak ada," jelasnya.

Leni Punusingon, warga lainnya, mengaku bahwa hanya sebagian warga yang harus mengambil air dengan jarak yang cukup jauh. "Soalnya sebagian warga ada yang sudah punya sumur bor. Seperti di rumah saya, kadang warga sekitar minta air di rumah," akunya.
Diungkapkannya bahwa sampai saat ini ia tak pernah membatasi siapa saja yang ingin meminta air. "Inikan keperluan, lagi pula masih sangat mencukupi jadi kalau ada yang minta silakan," ungkapnya.

Meski begitu, menurutnya, mungkin beberapa warga yang ambil air di tempat yang lebih jauh karena sudah terbiasa. "Soalnya dulu warga memang ambil air bersih di lokasi mata air," bebernya.
Kepala Desa Desa Tombatu III Timur, Aries Runturambi, mengatakan air bersih memang menjadi masalah sehari-hari desa yang dipimpinnya.

Meski begitu ia mengatakan dalam waktu berjalan ini sudah ada solusi. "Sudah ada yang dapat air bersih lewat bantuan pihak BUMN program pembuatan sumur bor, anggarannya Rp 200 juta," katanya.
Meski begitu, menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi kendala. "Seperti kedalaman saat mengebor, minimal 70 meter, soalnya kita berada di ketinggian," katanya. *

STORY HIGHLIGHTS
* Masih terbantu karena akses jalan menuju sumber air memungkinkan untuk memakai kendaraan
* Lokasi sumber air bersih akan dipenuhi warga pada hari Senin sampai Sabtu
* Sudah ada yang dapat air bersih lewat bantuan pihak BUMN program pembuatan sumur bor, anggarannya Rp 200 juta

Penulis: Valdy Suak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help