TribunManado/

RNI Sulut Membantu Tanpa Pamrih

"Saat itu saya berlari sangat cepat menuju tempat untuk mendonorkan darah. Belum sempat mendonorkan darah, pasien yang butuh darah saya sudah meningg

RNI Sulut Membantu Tanpa Pamrih
Istimewa
FOTO ILUSTRASI 

 

Liputan Wartawan Valdy Vieri Suak

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - "Saat itu saya berlari sangat cepat menuju tempat untuk mendonorkan darah. Belum sempat mendonorkan darah, pasien yang butuh darah saya sudah meninggal," kenang Clara Rompis Ketua Rhesus Negative Indonesia (RNI) Sulawesi Utara.

Ia yang dulunya berprofesi sebagai perawat kerap kali menemukan pasien yang memiliki darah rhesus negative meninggal karena sulit mendapatkan pendonor. Dari data Badan Pusat Stastisik (BPS) tahun 2010 pemilik darah Rhesus Negative di Indonesia tak sampai 1persen dari jumlah penduduk.

Di sekitarnya pun tak ada yang ia temui memiliki darah yang sama, jika ia sudah melakukan pendonoran lalu ada pasien baru lagi yang butuh darah sudah sangat sulit untuk didapat.

Hal itu membuat hatinya tergerak, dengan tekat tak ingin melihat orang kehilangan nyawa karena tak dapat pendonor. "Dari berbagai informasi saya dapat kalau di Jakarta ada Komunitasnya dimana pemilik darah rhesus negative saling tolong saat membutuhkan," akunya.

Pada tanggal 1 September 2015 ia kemudian memutuskan untuk mendirikan RNI Sulut. "Saat itu saya berusaha mencari setiap orang yang memiliki darah rhesus negative," ujarnya.

Dari beberapa orang sampai saat ini sudah tergabung 105 anggota yang tersebar di Sulut. "Tapi tidak semuanya aktiv mendonorkan darah, jumlah itu yang bisa dihubungi saja," ungkapnya.

Menurutnya sejak komunitas RNI Sulut berjalan dengan baik banyak orang yang tertolong. "Kan saya jelaskan kepada setiap anggota kita tidak tahu kapan kita sakit dan bagaimana nanti kita jika membutuhkan darah," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Valdy Suak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help