TribunManado/

Puluhan Tahun Wraga Tombatu Mengaku Sulit Dapat Air Bersih

Bagi warga umumnya air bersih menjadi kebutuhan umum yang mudah didapat, bedah halnya dengan Warga di Desa Tombatu III Timur

Puluhan Tahun Wraga Tombatu Mengaku Sulit Dapat Air Bersih
ilustrasi 

Liputan Wartawan Valdy Vieri Suak

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN- Bagi warga umumnya air bersih menjadi kebutuhan umum yang mudah didapat, bedah halnya dengan Warga di Desa Tombatu III Timur, Minggu (05/03). Di tempat ini mendapatkan air bersih sudah menjadi bagian dari pekerjaan yang membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan hasil yang baik.

Beberapa warga bahkan harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air bersih. Seperti yang dilakukan Altin warga sekitar, ia mengaku menempu perjalanan sekitar 2kilometer untuk mendapat air bersih. "Ini kami lakukan hampir tiap hari, kami harus berjalan cukup jauh. Soalnya sudah puluhan tahun kami sulit dapat air bersih," ungkapnya.

Meski begitu ia mengaku masih terbantu karena akses jalan menuju sumber air memungkinkan untuk memakai kendaraan. "Kalau biasa saya pakai motor, tiga sampai empat kali bolak-balik," katanya.

Menurutnya lokasih sumber air bersih akan di penuhi warga pada hari Senin sampai Sabtu. "Kalau Minggu itu hanya pagi ambil air kalau siang sampai sore sudah tidak ada," jelasnya.

Sementara itu Leni Punusingon warga lainnya mengaku bahwa hanya sebagian warga yang harus mengambil air dengan jarak yang cukup jauh. "Soalnya sebagian warga ada yang sudah punya sumur bor. Seperti di rumah saya, kadang warga sekitar minta air di rumah," akunya.

Diungkapkannya bahwa sampai saat ini ia tak pernah membatasi siapa saja yang ingin meminta air. "Inikan keperluan, lagi pula masih sangat mencukupi jadi kalau ada yang minta silakan," ungkapnya.

Meski begitu menurutnya mungkin beberapa warga yang ambil air di tempat yang lebih jauh karena sudah terbiasa. "Soalnya dulu warga memang ambil air bersih di lokasih mata air," bebernya.

Kepala Desa Desa Tombatu III Timur Aries Runturambi mengatakan air bersih memang menjadi masalah sehari-hari desa yang dipimpinnya.

Meski begitu ia mengatakan dalam waktu berjalan ini sudah ada solusi. "Sudah ada yang dapat air bersih lewat bantuan pihak BUMN program pembuatan sumur bor, anggarannya Rp 200 juta," katanya.

Meski begitu menurutnya ada beberapa hal yang menjadi kendala. "Seperti kedalaman saat mengebor, minimal 70meter, soalnya kita berada di ketinggian," tandasnya. (Val)

Penulis: Valdy Suak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help