DKPP Bolsel Antisipasi Masuknya Nelayan Asing

"Ini bukan untuk menyusahkan para nelayan. Minimal mereka memiliki legalitas, dan menyatakan bahwa mereka nelayan asli Bolsel."

DKPP Bolsel Antisipasi Masuknya Nelayan Asing
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Nelayan Desa Sondana Bolsel, mempersiapkan jaring penangkap ikan. 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Mengantisipasi masuknya nelayan asing ke wilayah perairan laut Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Maka Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPPK), bekerja sama dengan Polda Sulawesi Utara (Sulut).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Perikanan Bosel, Bobby Sampe, ketika diwawancarai dikantornya, Rabu (1/3).

Kata dia pada hari Selasa (28/2) mereka telah mengadakan sosialisasi tentang ijin kapal nelayan di Desa Pinolosian Selatan, Kecamatan Pinolosian.

"Ini untuk memberikan keterjaminan keamanan nelayan saat melaut. Sehingga tidak akan terjaring operasi Polisi Air yang beroperasi di wilayah perairan Bolsel,"kata Bobby.

Bobby menjelaskan sosialisasi tersebut berkaitan erat dengan seluruh ijin kapal dan nelayan dari daerah Bolsel.

Selain itu akan membantu petugas (Polisi Air) dalam pengamanan wilayah perairan Indonesia khususnya Bolsel.

Apalagi saat ini banyak modus nelayan asing memakai bendera Indonesia untuk mengelabuhi petugas, dengan niat mencuri ikan.

"Semua peserta yang ikut adalah nelayan asli dari daerah Pinolosian bersatu,"kata Kabid.

Dijelaskannya bahwa sistem pengurusan ijin kapal nelayan, saat ini sudah dibagi dua.

Untuk kapal nelayan diatas 6 GT, ijinnya dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Sedangkan dibawahnya dikeluarkan oleh daerah.

"Ini bukan untuk menyusahkan para nelayan. Minimal mereka memiliki legalitas, dan menyatakan bahwa mereka nelayan asli Bolsel,"kata Sampe.

Sementara itu Pengusaha ikan dan pemilik Pajeko (kapal ikan) Unu Gonibala (40), mengaku pembuatan ijin kapal ikan dari Provinsi maupun Pemkab saat ini semakin mudah.

"Kalau dulu sulit, saat ini lebih mudah. Mereka tinggal mensurvey dan memeriksa kondisi kapal yang akan dioperasikan,"tukas Unu. (lix)

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help