Gila, Trump Impikan Supremasi Nuklir AS

Presiden Donald Trump menegaskan keinginannya agar Amerika Serikat memperluas persenjataan nuklirnya

Gila, Trump Impikan Supremasi Nuklir AS
CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP
Donald Trump, didampingi istrinya, Melania, membacakan sumpah saat dilantik menjadi presiden ke-45 Amerika Serikat, Jumat (21/1/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Presiden Donald Trump menegaskan keinginannya agar Amerika Serikat memperluas persenjataan nuklirnya, dalam pernyataan pertama tentang masalah ini sejak menjabat sebagai presiden.

Trump mengatakan 'kemampuan nuklir AS telah jauh tertinggal' dan harus diubah untuk 'berada di tempat teratas.'

Dalam wawancara dengan kantor berita Reuters, ia menuturkan bahwa akan menjadi hal yang 'indah, sebuah impian' jika tidak ada negara yang memiliki senjata nuklir.

Menurut lembaga nonpartisan AS Arms Control Association, Amerika Serikat memiliki 7.100 senjata nuklir sementara Rusia memiliki 7.300.

Trump menyatakan bahwa ia prihatinan karena persenjataan nuklir AS tertinggal jauh. "Saya adalah orang pertama yang ingin agar semuanya, tidak ada yang memiliki nuklir tapi kita tidak boleh tertinggal oleh negara-negara lain, sekalipun negara sahabat, kita tidak boleh ketinggalan dalam hal senjata nuklir," ujarnya.

Tambah dia, "Akan merupakan hal yang indah, dan menjadi sebuah impian andai tidak ada negara yang memiliki nuklir. Tetapi bila ada negara-negara yang memiliki nuklir, kita harus berada di tempat teratas."

Pernyataan terbarunya soal senjata nuklir ini menegaskan sebuah cuitan yang ia tulis beberapa minggu setelah kemenangannya dalam pemilu, bahwa ia berjanji untuk meningkatkan kemampuan nuklir negara itu.

Sebuah perjanjian pembatasan senjata strategis baru antara AS dan Rusia, yang dikenal sebagai New Start, menetapkan bahwa tanggal 5 Februari tahun depan kedua negara harus membatasi persenjataan nuklir strategis mereka ke jumlah yang setara sepanjang 10 tahun.(bbc)

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help