Arecales dan KKM-SMB PASONG Canangkan Gerakan 'Malo Buang Sampah di Got'

Di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara, perilaku dan kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan, hampir tidak mampu diatasi baik.

Arecales dan KKM-SMB PASONG Canangkan Gerakan 'Malo Buang Sampah di Got'
ISTIMEWA
Pencanangan gerakan Malo Buang Sampah di Got dan Pembukaan Pusat Kegiatan Kelola Mandiri Sampah Membawa Berkat PASONG. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,AIRMADIDI – Tiap tahunnya, kota-kota di dunia menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Diperkirakan oleh Bank Dunia, pada tahun 2025, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton.

Di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara, perilaku dan kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan, hampir tidak mampu diatasi baik dengan himbauan bahkan dengan aturan hukum  sekalipun.  Pada kondisi seperti ini, hampir  tidak berdampak hanya dengan kampanye penyadartahuan. 

Untuk itu, diperlukan sebuah gerakan moral yang bisa memicu masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan tapi dengan kesadaran penuh memiliki sikap untuk mengelola sikap membuang sampah hingga kemudian bisa berbalik untuk dimanfaatkan kembali.

Yayasan ARECALES dalam kegiatannya mendorong upaya-upaya pelestarian lingkungan. Konservasi kota adalah salah satu bidang penting yang terus dikembangkan oleh ARECALES. 

#malobuangsampahsambarang  adalah sebuah frase yang terdiri dari 4 paduan kata menggunakan bahasa Manado yang secara sederhana dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai malu buang sampah sembarang.

“ #malobuangsampahsambarang  dimaksudkan sebagai sebuah gerakan budaya malu yang masih menjadi nilai-nilai dalam masyarakat Indonesia. #malobuangsampahsambarang adalah gerakan moral yang dapat menghukum anggota masyarakat yang masih berperilaku membuang sampah sembarangan, tidak pada tempatnya dan tidak peduli pada lingkungan,”ujar Koordinator Program KM-SMB Arecales Andreas E.Danie.

Dikatakannya, di Airmadidi Bawah seperti di Lingkungan I dan Lingkungan II, gerakan #malobuangsampahsambarang secara spesifik ditujukan pada upaya perubahan tindakan warga untuk #malobuangsampahdigot. Got / selokan / saluran air di dalam permukiman warga menjadi etalase penting sebagai cerminan pola tindak warga akan kebersihan lingkungan.

“Kami percaya gerakan #malobuangsampahdigot akan segera menjadikan Airmadidi Bawah sebagai lingkungan yang bersih dan nyaman bagi warganya.,” tutur Danie.

Ditambahkannya, setelah penyadartahuan (kampanye), upaya lanjutan dari Program Konservasi Kota yang menjadi misi dari ARECALES, diaplikasikan menjadi kegiatan Kelola Mandiri Sampah Membawa Berkat.

Kata Danie, secara sederhana kegiatan ini adalah upaya mereduksi sampah dimulai dari tingkatan yang paling kecil dalam masyarakat yaitu rumah tangga. Kemudiaan dalam prosesnya, sampah bukanlah sesuatu yang akan dibuang tapi termanfaatkan kembali dan mampu menambah nilai ekonomi bagi rumah tangga tersebut.

Halaman
12
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved