Aib Memalukan Orang Jadi 'Berkah'? Mengejutkan Pola Didikan Unik Ahok Kecil

Justru kata Ahok, belajar yang terbaik itu adalah ketika Menghadapi Kasus. Masa kecilnya diwarnai pola didikan 'tak biasa'.

Aib Memalukan Orang Jadi 'Berkah'? Mengejutkan Pola Didikan Unik Ahok Kecil
YouTube/ahok sikat abis
Gubernur DKI Jakarta sekaligus calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 

Salah satu cara mendidik yang terbilang unik yaitu kebiasaan 'nguping' termasuk nguping kasus atau 'aib' orang yang memalukan pun jadi cara didikan untuk Ahok yang kemudian menjadi 'berkah' tersendiri, membentuknya jadi pribadi yang berani berpikir kritis dalam mencari solusi, dan mengutarakan pendapat.

Justru kata Ahok, belajar yang terbaik itu adalah ketika Menghadapi Kasus.

Penasaran seperti apa ceritanya? Simak dalam kutipan wawancaranya berikut ini.

P : Pak Ahok apa kabar pak?

A : Baik.

P : Terimakasih sudah hadir. Saya sendiri bersama tim harus menunggu hampir 1,5 bulan baru bisa bertemu bapak. Lagi puasa ngomong katanya pak?

A : Terlalu padat ini kan, keliling-keliling. Gimana mau puasa, ngomong melulu.

P : Bicara tentang bapak yang nomong mulu, ceplas-ceplos, ada beberapa yang saya ambil dari twitter, katanya karakter bapak ini juga, salah satu yang membentuk bapak menjadi sosok yang ceplas-ceplos adalah dari Ayah. Apa betul seperti  itu pak?

A : Iya yang penting bapak saya ajarkan mau ceplas-ceplos jangan pernah marahin orang dengan binatang, itu jelas gak bisa. Kalau ngomong itu apa adanya. Bapak saya bilang jadi orang itu harus ungkapkan apa adanya. Mulut, hati, otak itu harus sama, jadi kita gak usah capek harus akting dalam hidup ini. Jadi kalau mau main drama itu bisa latihan berbulan-bulan, tapi kalau kita ngomong apa adanya kita juga jadi enak kan. Tapi keliatan sebagian orang yang tersinggung gak terima. Yah katanya pejabat publik itu beda. Bapak saya sih bilang harusnya anda jadi apapun harus sama sebetulnya, apa adanya. Makanya saya ngomong gak pernah ngeh, dalam hati, otak, mulutnya sama yah ngomong aja. Dari dulu kita terbuka sih. Bapak saya ngajarinnya kayak kita bilang nih budaya koboi aja kan, termasuk masuk bar cabut pistol aja. Ngapain pura-pura sembunyiin senjata. Jadi orang bisa tahu pikiran kita, harapan kita apa. Itu yang bapak saya ajarin.

P : Termasuk saat semua aktivitas bapak direkam seperti saat ini, karena ternyata dari kecil saat Ayah bapak ketemu klien termasuk orang yang berusaha memanfaatkan posisi ayah pada waktu itu, itu katanya bapak diajarin untuk selalu 'nguping', dengerin apa yang orang-orang lakukan ke keluarga, apa seperti itu pak?

Halaman
123
Penulis: Fransiska_Noel
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help