Hilang Hampir Sepekan, Warga Tonsea Lama Ini Ditemukan Sehat

Syukur dan bahagia dirasakan keluarga Frans Boy Tuju (58), warga Tonsea Lama, Tondano Utata.

Hilang Hampir Sepekan, Warga Tonsea Lama Ini Ditemukan Sehat
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Metode berjalan di atas air digunakan oleh tim Badan SAR Nasional Manado bersama warga untuk menjemput Arnold Banteng nelayan asal Kiniar yang terjebak eceng gondok di danau Tondano, sejak Rabu (20/7) pagi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Syukur dan bahagia dirasakan keluarga Frans Boy Tuju (58), warga Tonsea Lama, Tondano Utata. Doa mereka terkabulkan. Frans yang dinyatakan hilang sejak Jumat pekan lalu ditemukan dalam kondisi selamat, Kamis (16/2).

Frans ditemukan di Kelurahan Kombos, Kota Manado. Fotonya oleh warga di-posting di media sosial grup Manguni. Dia kemudian dijemput oleh tim RAPI Manado dan dibawa ke rumahnya.
Saat dijemput, korban dalam keadaan sehat. Frans sudah berganti pakaian dan mengenakan jaket biru, celana panjang biru langit. Dia ganti pakaian yang diberikan oleh warga yang menemukan.

Saat tiba di rumah, Frans disambut pelukan dari istri dan anaknya. "Kami sangat senang dan bersyukur suami saya bisa kembali dalam keadaan sehat," kata Meike Pakasi, istri korban.
Ia tak menyangka suaminya bisa ditemukan. "Sepertinya mustahil lantaran sudah seminggu, dan suami saya kan sementara sakit," ujarnya. Bahkan keluarga sempat minta bantuan paranormal.

"Namanya manusia ya, tapi kami bersyukur sudah bisa kembali. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu, dari pemerintah desa, Basarnas Manado, SAR Minahasa, RAPI Minahasa dan Manado, Manguni 123 Lovers Umbanua Minahasa, dan masyarakat yang sudah membantu mencari. Kami tidak bisa membalas semua kebaikan, nanti Tuhan yang balas," kata dia.

Ini menjadi perhatian untuk keluarga. "Sekarang sudah harus berhati-hati dan akan diawasi," katanya.
Frans mengaku hanya ingin jalan saja. "Katanya juga ia mau pergi ke tempatnya pernah bertugas di Lantamal VIII Manado. Dia kan pensiunan marinir, tapi tidak tahu juga kenapa tembus di Kombos," katanya.

Dengan ditemuknnya korban, tim pencari gabungan juga mengakhiri misi pencarian. "Kami bersyukur korban berhasil ditemukan, meski jauh dari lokasi pencarian, itu berarti pencarian tidak nihil," ujar Rusmadi, Ketua Tim Pencarian dari Basarnas Manado.

Ia menjelaskan, pada pagi hari hingga sekitar pukul 14.00 Wita, tim masih sempat melakukan pencarian di lokasi rumah korban radius satu kilometer. Lokasi pencarian ke arah sungai, menyisir sungai di pingiran hingga ke PLTA Tonsea.

"Tadi pukul 15.00 dapat informasi dari grup Manguni ada warga yang lihat korban dengan ciri yang sama di daerah Kombos, tim koordinasi dengan RAPI Manado, mereka ke lokasi korban dan memastikan kebenaran, dan sudah dipastikan korban kemudian dibawa kerumah kelurga," jelas dia.

Dengan ditemukannya korban, menurut dia, pelaksanaan operasi SAR dihentikan. "Seluruh unsur SAR dan potensi yang terlibat dikembalikan ke tempat masing-masing," kata dia. *

KRONOLOGI
* Frans keluar rumah di Tonsea Lama sejak Jumat pekan lalu
* Keluarga berusaha mencari tahu di mana keberadaannya
* Senin (12/2), keluarga melaporkan peristiwa itu ke polisi
* Tim SAR, polisi, warga mencari di lokasi yang dicurigai seperti Sawangan, perkebunan Tonsea Lama
* Kamis (16/2) ditemukan warga di Kombos Manado

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help